kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Boy Thohir bantah suap Rudi Rubiandini


Rabu, 20 November 2013 / 11:51 WIB
ILUSTRASI. 10 Aturan Letak Cermin di Rumah Menurut Ahli Feng Shui, Berlaku di Ruangan Apa Saja?


Reporter: Agustinus Beo Da Costa, Barly Haliem | Editor: Hendra Gunawan

Presiden Direktur PT Surya Esa Perkasa, Garibaldi Thohir sedang gerah. Namanya disebut-sebut ikut berandil menyuap mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, senilai US$ 700.000.

Kabar yang beredar, suap tersebut merupakan "uang terimakasih" bagi Rudi terkait dengan pemberian alokasi gas bagi anak usaha Surya Esa Perkasa, PT Panca Amara Utama. "Itu tuduhan yang keliru," tandas pria yang akrab dipanggil Boy Tohir ini, Senin (18/11).

Garibaldi menjelaskan, alokasi gas ini sudah diteken Panca Amara dan Joint Operation Body (JOB) Pertamina Medco Tomori sejak tahun 2005 dan berlaku hingga tahun 2007. "Perjanjian jual beli gas ini merupakan perjanjian business to business, dan tidak berhubungan dengan SKK Migas," tandas Boy.

Pada awalnya perusahaan ini mendapatkan jatah gas 130 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Kini, Panca Amara hanya berhak atas pasokan gas 55 mmscf. "Masak dirugikan, saya malah memberi uang terimakasih? Enggak logis," ucap Boy. "Tuduhan ini mencederai harga diri saya. Dan agama memerintahkan untuk membela harga diri, sekalipun sampai mati," tandas Boy Tohir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×