kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Bos Angkasa Pura berharap gajinya disesuaikan


Jumat, 01 Oktober 2010 / 22:11 WIB


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Sejumlah bos perusahaan pelat merah rupanya masih belum mau bicara banyak terkait tengah digodoknya remunerasi dan standardisasi gaji yang saat ini tengah disusun Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara. Proses penggodokan ini sebagai tindak lanjut pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan pembukaan Indonesia Business - BUMN Expo & Conference (IBBEX) 2010.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko mengaku belum bisa memberikan banyak tanggapan seputar rencana pemerintah untuk melakukan evaluasi gaji para direktur di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lantaran baru menjabat selama dua bulan di Angkasa Pura.

Tri hanya menegaskan, soal rencana otak-atik gaji pimpinan perusahaan pelat merah yang tengah digodok berbarengan pengkajian remunerasi oleh Kementerian BUMN sah-sah saja asalkan sebelumnya dilakukan evaluasi terlebih dahulu terkait kinerja perusahaan, kemudian beban kerja, serta tanggung jawab yang diemban. "Evaluasi dilakukan berdasarkan penyesuaian dengan beban kerja dan output yang dihasilkan,” ujar Tri kepada KONTAN, Jumat (1/10).

Angkasa Pura sendiri pada 2009 lalu berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 920 miliar dari target pendapatan sebesar Rp 650 miliar. Rencananya pada 2010 ini pihaknya akan mencoba meningkatkan pendapatan sebesar 4%. Hingga akhir tahun 2009 saja, jumlah penumpang mencapai 37 juta orang, padahal proyeksi awal mereka hanya 34 juta orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×