kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Bob Sadino, beruntung tak sempat kuliah


Selasa, 20 Januari 2015 / 07:41 WIB
Bob Sadino, beruntung tak sempat kuliah
ILUSTRASI. Pocketable UV Parka, Parka berjenis paling ringan diantara yang lain ini dilengkapi dengan teknologi anti air yang tahan lama serta UV protection. 


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sementara sebagian besar orang berlomba-lomba mengejar gelar dari berbagai perguruan tinggi, almarhum Bob Sadino, tokoh multipredikat, pernah mengatakan bahwa ia justru merasa beruntung tidak tinggal lama di kampus.

Saat itu, Om Bob, begitu dia biasa disapa, bercerita jika berkuliah ia tak akan menjadi seperti sekarang. Ia dikenal sebagai wiraswasta sukses, manajer kawakan, dan sesekali menjadi pemain film.

Apa pasalnya? Dengan bahasa lugas, provokatif, sekaligus menantang pendengarnya berpikir keras, laki-laki kelahiran Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933, ini mengutarakan bahwa di kampus, mahasiswa ibarat pemulung. Mereka memunguti barang-barang yang kemudian memenuhi otak.

"Akhirnya itu menjadi sampah di otak Anda. Maka, makin belajar, jadi semakin penuh," kata Om Bob di Kampus Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah, pada 2009.

Meski bicaranya ceplas-ceplos, Om Bob tidak berniat menyinggung akademisi. Dia menuturkan, hal itu berdasarkan ilmu yang diperolehnya dari "jalanan".

"Untuk apa menanyakan prospek usaha? Yang penting jalankan saja dulu. Prospek itu tidak perlu dibicarakan. Prospek itu dilakukan, bukan dipikir," ungkapnya. (GAL)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×