kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

BNPB Waspadai Karhutla Saat Musim Hujan, Ini Wilayah yang Masih Terbakar


Senin, 02 November 2026 / 18:17 WIB
BNPB Waspadai Karhutla Saat Musim Hujan, Ini Wilayah yang Masih Terbakar
ILUSTRASI. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (Dok/PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR))


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah wilayah masih mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meski sebagian daerah telah memasuki musim hujan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan melaporkan, adanya penurunan luas lahan terbakar secara signifikan di beberapa provinsi dibandingkan catatan hari sebelumnya.

"Ada beberapa provinsi saat ini yang terjadi karhutla lagi, sebelumnya tidak ada, dan penurunan (luas lahan dalam penanganan) yang signifikan di beberapa provinsi," ujarnya dalam Info Bencana Terkini secara daring, Senin (2/11/2026).

Baca Juga: BPS: Luas Panen Menyusut, Produksi Jagung Diprediksi Turun 3,55% di Kuartal IV-2026

Secara nasional, lanjut Berton, akumulasi luas lahan yang terbakar di beberapa wilayah terpantau mengalami tren penurunan berkat penanganan petugas. 

"Saat ini, secara nasional, kami bisa menyampaikan ada 742 hektare lahan terbakar yang berasal dari Kalimantan Tengah, di mana luas lahannya sebanyak 351 hektare atau turun 42% dari hari sebelumnya," katanya.

Sementara itu di Papua Selatan, di mana pada hari sebelumnya mencapai 700 hektare lebih lahan yang masih dalam penanganan, saat ini tinggal 253 hektare atau turun 56%. 

Berikutnya, di Sulawesi Tenggara sebesar 95 hektare atau turun 63%, Nusa Tenggara Timur ada 16 hektare atau turun 36% dari hari sebelumnya.

Kendati demikian, BNPB mencatat kemunculan titik api baru di beberapa wilayah yang sebelumnya belum melaporkan kejadian serupa secara masif. 

Di antaranya, Bangka Belitung, terdapat 8 hektare lahan yang terbakar dan di Kalimantan Barat ada 19 hektare atau naik 217% luas lahan yang dalam penanganan BNPB.

"Artinya untuk Kalimantan maupun tempat lain, walaupun musim hujan masih berpotensi terjadi titik-titik api baru, mengingat api atau bara api yang ada di bawah permukaan masih belum 100% padam akibat hujan yang sudah terjadi akhir-akhir ini," ungkapnya.

Baca Juga: Luas Panen Menyusut, Produksi Jagung Turun 6,46% Jadi 1,30 Juta Ton per September

Lebih lanjut, Berton menambahkan, untuk mengantisipasi potensi eskalasi di kemudian hari, pihaknya bakal terus mengoptimalkan langkah penanganan darurat secara berkelanjutan. 

"Tentu kami tetap menghimbau dan akan melakukan upaya-upaya sehingga titik-titik api akan padam sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×