kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BNPB: Pemerintah siapkan vaksin dosis ketiga


Kamis, 30 September 2021 / 15:10 WIB
BNPB: Pemerintah siapkan vaksin dosis ketiga
ILUSTRASI. BNPB: Pemerintah siapkan vaksin dosis ketiga


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demi mengantipasi gelombang ketiga wabah Covid-19, pemerintah akan menggelar program vaksinasi dosis ketiga (booster) pada tahun depan. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, pemberian vaksin merupakan upaya untuk keluar dari pandemi Covid-19. Dengan semakin banyak orang mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua, maka upaya pengendalian vaksin bisa tercapai.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan skenario jika diperlukan vaksinasi tambahan. Mengingat, beberapa negara dan studi sudah merekomendasikan pemberian vaksin dosis ketiga bagi tiga kelompok utama.

"Pertama bagi orang dewa di atas usia 18 tahun dengan masalah kekebalan. Kemudian lansia berusia di atas 70 tahun dan tenaga kesehatan," kata Siti, dalam diskusi daring dikutip pada Kamis (30/9). 

Baca Juga: Dua bulan lockdown, Melbourne kembali cetak rekor kasus Covid-19 harian

Sebelumnya, pemerintah sudah memberikan vaksinasi darurat dosis ketiga kepada tenaga kesehatan. Diperkirakan tahun depan, pemerintah memberikan vaksin serupa kepada masyarakat umum. 

Salah satu skenarionya, pemberian vaksin gratis bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Di luar itu, masyarakat memiliki pilihan untuk mendapatkan vaksin berbayar dari berbagai jenis dan merek.

Ia mengungkapkan, pemberian vaksin dosis ketiga diperlukan. Bahkan beberapa studi menyebut, tingkat kemanjuran vaksin untuk melawan penyakit (efikasi) akan menurun setelah enam bulan pasca disuntik. 

"Untuk antisipasi penurunan efikasi itu, kami menyusun skenario vaksin dosis ketiga," ungkapnya. 

Hingga saat ini, pemerintah masih fokus vaksinasi dosis pertama dan kedua. Sampai akhir 2021, pemerintah menargetkan 80% atau 208 juta penduduk Indonesia bisa menerima vaksin tersebut. 

Selanjutnya: Ini efek samping vaksin Sputnik V, Janssen, dan Convidecia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×