kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.184   10,00   0,06%
  • IDX 4.906   1,66   0,03%
  • KOMPAS100 630   1,18   0,19%
  • LQ45 501   3,41   0,69%
  • ISSI 163   -0,90   -0,55%
  • IDX30 282   2,23   0,79%
  • IDXHIDIV20 381   3,01   0,80%
  • IDX80 73   0,14   0,19%
  • IDXV30 106   0,40   0,38%
  • IDXQ30 95   0,92   0,98%

BNPB Catat Karhutla di Lima Kabupaten Serta Cuaca Ekstrem


Rabu, 04 November 2026 / 14:30 WIB
BNPB Catat Karhutla di Lima Kabupaten Serta Cuaca Ekstrem
ILUSTRASI. Kebakaran Hutan / Karhutla (REUTERS/Abriansyah Liberto)


Reporter: Aura Putri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima kabupaten di Indonesia berdasarkan periode pemantauan 3-4 November 2026. Selain itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat juga menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan di dua daerah.

Mengutip laporan pada laman resmi BNPB Rabu (4/11/2026), lima kabupaten yang mengalami karhutla yakni Kabupaten Luwu, Konawe Kepulauan, Pulau Taliabu, Jayawijaya, dan Sragen.

Pertama, di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, karhutla terjadi pada Senin (2/11) sekitar pukul 18.30 WITA. Kebakaran melanda lahan sagu milik warga di Desa Tirowali, Kecamatan Ponrang, dengan luas lahan terbakar sekitar 5 hektare.

Baca Juga: Di Tengah Kasus Penyadapan, SBY Prihatin: Kok Jadi Begini Negara Kita?

BNPB melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu bersama petugas pemadam kebakaran dan masyarakat setempat telah melakukan pemadaman dan pendinginan. Berdasarkan laporan terakhir pada Selasa (3/11), api berhasil dipadamkan.

Kedua, Karhutla juga terjadi di Desa Pasir Putih, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, pada Senin (2/11) sekitar pukul 09.40 WITA. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 4 hektare lahan yang ditanami jambu mete dan lahan kosong.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Hingga Selasa (3/11), sekitar 80% area kebakaran telah berhasil ditangani. Namun, petugas masih menghadapi sejumlah kendala, seperti akses jalan yang terbatas, sumber air yang jauh dari lokasi, kondisi lahan kering, serta angin.

Ketiga, karhutla di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, terjadi sejak Senin (5/10) di Desa Salati. Kebakaran kemudian meluas hingga mencakup tiga kecamatan dan 13 desa. Ketiga kecamatan tersebut meliputi Taliabu Barat Laut, Taliabu Lede, dan Taliabu Utara. Berdasarkan data sementara, luas lahan terdampak mencapai sekitar 347,06 hektare dengan jumlah pohon terdampak diperkirakan sebanyak 39.162 batang.

BNPB menyebut titik api utama berhasil dipadamkan pada Kamis (29/10) sekitar pukul 00.30 WIT. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.

Hujan yang turun di sejumlah wilayah pada 30 Oktober hingga 2 November turut membantu penanganan. Meski demikian, petugas masih menghadapi kendala berupa titik api yang tersebar, kondisi lahan kering, angin kencang, serta lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.

Keempat, karhutla selanjutnya dilaporkan terjadi di Kampung Menagaima, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (31/10). Kebakaran mengakibatkan sekitar 2 hektare lahan terbakar. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Berdasarkan laporan pada Selasa (3/11), api telah berhasil dipadamkan.

Kelima, di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, karhutla terjadi di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, pada Selasa (3/11). Kebakaran mengakibatkan sekitar 1 hektare lahan terbakar. BNPB melaporkan tidak ada korban jiwa dan api telah berhasil dipadamkan.

Selain karhutla, BNPB juga melaporkan kejadian cuaca ekstrem di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Baca Juga: Defisit Neraca Perdagangan Migas RI Tembus US$ 23,60 Miliar hingga September 2026

Di Kabupaten Sumenep, angin kencang melanda Desa Guluk Manjung dan Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, pada Senin (2/11) sekitar pukul 01.00 WIB. Kejadian tersebut berdampak pada 11 kepala keluarga (KK). Sebanyak 11 rumah mengalami kerusakan ringan dan satu kandang ternak turut mengalami kerusakan.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Sumenep telah melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan berupa sembako dan terpal kepada warga terdampak. Hingga Selasa (3/11), penanganan masih berlangsung.

Selanjutnya, hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Tegalgandu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, pada Senin (2/11) sekitar pukul 15.00 WIB. BNPB mencatat kejadian tersebut berdampak pada 33 KK. Sebanyak 33 rumah mengalami kerusakan ringan dan satu fasilitas pendidikan turut mengalami kerusakan.

BPBD Kabupaten Brebes bersama pihak kecamatan dan pemerintah desa setempat melakukan pendataan serta pemantauan di wilayah terdampak. Hingga Selasa (3/11), penanganan dan pembersihan sisa material masih berlangsung.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah dengan kondisi lahan kering. Masyarakat juga diminta menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan lebat dan angin kencang dengan memastikan kondisi atap dan bagian bangunan tetap aman. Warga juga diimbau memangkas dahan atau ranting pohon yang berpotensi tumbang serta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rawan roboh saat angin kencang.

Baca Juga: Buntut Penyadapan, Prabowo Copot Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×