kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.161   -13,00   -0,07%
  • IDX 4.861   -43,35   -0,88%
  • KOMPAS100 623   -5,97   -0,95%
  • LQ45 496   -1,10   -0,22%
  • ISSI 161   -2,65   -1,62%
  • IDX30 280   0,03   0,01%
  • IDXHIDIV20 378   0,27   0,07%
  • IDX80 72   -0,63   -0,86%
  • IDXV30 105   -0,64   -0,61%
  • IDXQ30 94   0,30   0,32%

Defisit Neraca Perdagangan Migas RI Tembus US$ 23,60 Miliar hingga September 2026


Rabu, 04 November 2026 / 12:24 WIB
Defisit Neraca Perdagangan Migas RI Tembus US$ 23,60 Miliar hingga September 2026
ILUSTRASI. Surplus neraca perdagangan Januari-September 2026 (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID  - JAKARTA. Defisit neraca perdagangan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia masih membengkak hingga September 2026.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam keterangan resmi yang dirilis pada Selasa (3/11/2026) mencatat, defisit perdagangan migas sepanjang Januari-September 2026 mencapai US$ 23,60 miliar.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan defisit sebesar US$ 13,86 miliar. Dengan demikian, defisit neraca perdagangan migas melebar sekitar 70,27% secara tahunan.

Berdasarkan data Kemendag, pelebaran defisit tersebut terjadi seiring dengan penurunan ekspor migas di tengah peningkatan impor migas.

Baca Juga: Defisit Neraca Dagang Diproyeksi Menipis Jadi US$ 1,46 Miliar pada Juni 2026

Sepanjang Januari-September 2026, nilai ekspor migas Indonesia tercatat sebesar US$ 8,96 miliar. Realisasi ini turun 9,11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 9,86 miliar.

Sebaliknya, impor migas justru meningkat 37,35% secara tahunan menjadi US$ 32,57 miliar. Pada periode Januari-September 2025, nilai impor migas tercatat sebesar US$ 23,71 miliar.

Kondisi tersebut membuat nilai impor migas Indonesia jauh melampaui ekspornya, sehingga menekan neraca perdagangan sektor energi tersebut.

Sementara itu, khusus September 2026, defisit neraca perdagangan migas tercatat sebesar US$ 2,31 miliar. Angka ini sedikit membaik dibandingkan Agustus 2026 yang mencatatkan defisit US$ 2,54 miliar.

Perbaikan defisit secara bulanan tersebut terjadi seiring dengan penurunan impor migas sebesar 7,35% secara bulanan menjadi US$ 3,27 miliar. Pada Agustus 2026, nilai impor migas mencapai US$ 3,53 miliar.

Baca Juga: Tantangan & Risiko Struktural Dibalik Defisit Migas US$ 15,77 Miliar hingga Juni 2026

Namun, ekspor migas juga mengalami penurunan 4,08% secara bulanan menjadi US$ 950 juta pada September 2026, dari US$ 990 juta pada bulan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan September 2025, impor migas justru meningkat 23,94% secara tahunan. Pada saat yang sama, ekspor migas turun 0,99% secara tahunan.

Adapun secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus US$ 3,36 miliar pada September 2026. Surplus tersebut ditopang sektor nonmigas sebesar US$ 5,67 miliar yang mampu menutup defisit migas sebesar US$ 2,31 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×