Reporter: Alya Fathinah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Defisit neraca perdagangan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia masih membengkak hingga September 2026.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam keterangan resmi yang dirilis pada Selasa (3/11/2026) mencatat, defisit perdagangan migas sepanjang Januari-September 2026 mencapai US$ 23,60 miliar.
Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan defisit sebesar US$ 13,86 miliar. Dengan demikian, defisit neraca perdagangan migas melebar sekitar 70,27% secara tahunan.
Berdasarkan data Kemendag, pelebaran defisit tersebut terjadi seiring dengan penurunan ekspor migas di tengah peningkatan impor migas.
Baca Juga: Defisit Neraca Dagang Diproyeksi Menipis Jadi US$ 1,46 Miliar pada Juni 2026
Sepanjang Januari-September 2026, nilai ekspor migas Indonesia tercatat sebesar US$ 8,96 miliar. Realisasi ini turun 9,11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 9,86 miliar.
Sebaliknya, impor migas justru meningkat 37,35% secara tahunan menjadi US$ 32,57 miliar. Pada periode Januari-September 2025, nilai impor migas tercatat sebesar US$ 23,71 miliar.
Kondisi tersebut membuat nilai impor migas Indonesia jauh melampaui ekspornya, sehingga menekan neraca perdagangan sektor energi tersebut.
Sementara itu, khusus September 2026, defisit neraca perdagangan migas tercatat sebesar US$ 2,31 miliar. Angka ini sedikit membaik dibandingkan Agustus 2026 yang mencatatkan defisit US$ 2,54 miliar.
Perbaikan defisit secara bulanan tersebut terjadi seiring dengan penurunan impor migas sebesar 7,35% secara bulanan menjadi US$ 3,27 miliar. Pada Agustus 2026, nilai impor migas mencapai US$ 3,53 miliar.
Baca Juga: Tantangan & Risiko Struktural Dibalik Defisit Migas US$ 15,77 Miliar hingga Juni 2026
Namun, ekspor migas juga mengalami penurunan 4,08% secara bulanan menjadi US$ 950 juta pada September 2026, dari US$ 990 juta pada bulan sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan September 2025, impor migas justru meningkat 23,94% secara tahunan. Pada saat yang sama, ekspor migas turun 0,99% secara tahunan.
Adapun secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus US$ 3,36 miliar pada September 2026. Surplus tersebut ditopang sektor nonmigas sebesar US$ 5,67 miliar yang mampu menutup defisit migas sebesar US$ 2,31 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














