kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,54   -7,05   -0.89%
  • EMAS940.000 0,64%
  • RD.SAHAM 0.78%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

BMKG: Indonesia diguncang gempa tektonik 683 kali selama bulan April 2020


Jumat, 01 Mei 2020 / 21:13 WIB
BMKG: Indonesia diguncang gempa tektonik 683 kali selama bulan April 2020
ILUSTRASI. Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/kye/17.

Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama bulan April 2020, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat wilayah Indonesia telah diguncang gempa tektonik 683 kali. Jumlah ini menurun dari bulan sebelumnya yang sebanyak 965 kali. 

"Fenomena naik turun atau fluktuasi jumlah gempa bulanan adalah wajar. Terkait adanya penurunan jumlah aktivitas gempa bumi selama bulan April 2020 merupakan hal yang biasa," ujar Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan resminya, Jumat (1/5). 

Baca Juga: Presiden Jokowi: Beberapa daerah defisit beras, cabe, bawang, gula dan telur

Rahmat memerinci, gempa selama bulan lalu didominasi oleh gempa dengan magnitudo kecil atau M < 5,0 yang terjadi 664 kali. Jumlah inipun turun dari bulan Maret 2020 yang mencapai 949 kali. 

Sementara gempa signifikan atau bermagnitudo lebih dari 5,0 tejradi 19 kali. Rupanya, jumlah ini meningkat dari bulan sebelumnya yang hanya 16 kali. Gempa dengan guncangan yang dirasakan oleh masyarakat terjadi 76 kali dan jumlah ini meningkat dari bulan Maret 2020 yang sebanyak 60 kali. 

Rahmat juga mengatakan, bahwa gempa merusak terjadi 1 kali di bulan April 2020. Ini terjadi di Tapanuli Selatan yang terjadi pada Kamis (30/4) lalu. Gempa ini tercatat bermagnitudo 5,1, kedalaman hiposenter 16 meter, dan terjadi pada pukul 15.20 WIB. 

"Tepatnya terjadi di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sempat membuat beberapa rumah mengalami rusak ringan," tambah Rahmat. 

Baca Juga: Dinyatakan positif Covid-19 namun tanpa gejala, bisakah sembuh sendiri?

Lebih lanjut, BMKG juga mencatat selama bulan lalu ada beberapa wilayah yang sangat aktif terjadi gempa. Antara lain kawasan Aceh-Nias-Mentawai, Lampung-Selat Sunda-Jawa Barat, Selatan Jawa Timur-Selatan Bali-Lombok-Sumbawa-dan Sumba. 

Selain itu, Sulawesi Tengah-Gorontalo, Laut Maluku, Ambon dan Seram, Laut Banda, Alor-Wetar-Timor, Manokwari, dan Mamberamo-Jayapura juga tercatat sering diguncang gempa. 

Untuk selanjutnya, BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dengan kemungkinan terjadinya gempa. Apalagi, wilayah Idnonesia merupakan kawasan rawan gempa, sehingga gempa kuat bisa terjadi kapan saja. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×