kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BKPM Beberkan Investasi yang Paling Banyak Diminati Investor pada 2023


Rabu, 24 Januari 2024 / 16:26 WIB
BKPM Beberkan Investasi yang Paling Banyak Diminati Investor pada 2023
ILUSTRASI. Sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya Paling Banyak Diminati Investor


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2023 mencapai Rp 1.418,9 triliun. Realisasi itu mencapai 101,3% dari target investasi tahun 2023 yang sebesar Rp 1.400 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan, jika dilihat dari sektornya investasi paling banyak ada pada Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya mencapai Rp 200,3 triliun.

“Dari Januari sampai Desember 2023 Industri logam dasar dan lainnya mencapai Rp 200,3 triliun,” tutur Bahlil dalam konferensi pers, Rabu (24/1).

Baca Juga: Bahlil Bereskan Investasi Mangkrak Rp 558 Triliun Warisan Tom Lembong

Di posisi kedua yang yang investasinya paling banyak diminati adalah pada sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi mencapai Rp 159,8 triliun, sektor pertambangan Rp 156,5 triliun, perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp 115,2 triliun, dan industri kimia dan farmasi Rp 105 triliun.

Jika dilihat berdasarkan sumber investasinya, untuk penanaman modal asing (PMA), realisasi tertinggi tercatat pada sektor industri logam dasar barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang sebesar US$ 11,8 miliar.

Baca Juga: Bahlil Sebut Tesla Masih Pakai Nikel Untuk Bahan Baku Baterai Listrik

Kemudian,  transportasi gudang, dan telekomunikasi US$ 5,6 miliar, serta sektor industri kimia dan farmasi senilai US$ 4,8 miliar.

Untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat realisasi investasi tertinggi pada sektor pertambangan sebesar Rp 86,7 triliun, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp 77,1 triliun, serta transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp76,7 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×