kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

BKF: Pembatasan ekspor mineral tak salahi aturan


Rabu, 13 Juni 2012 / 16:19 WIB
ILUSTRASI. PT PP Presisi Tbk (PPRE)


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah menilai keberatan Jepang atas pembatasan ekspor tidak beralasan. Pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro yakin pembatasan ekspor biji mineral mentah tidak melanggar aturan perdagangan bebas.

Bambang menjelaskan, kebijakan ini bukanlah larangan ekspor melainkan pemberlakuan tariff barrier. "Kalau di World Trade Organization (WTO) kita tidak boleh melarang ekspor, tetap mengenakan hambatan boleh," ujarnya Rabu (13/6).

Dia menekankan, penerapan bea keluar tidak menyalahi aturan. "Bea keluar itu salah satu cara supaya kita tidak melarang ekspor," tegasnya.

Catatan saja, Jepang memprotes langkah Indonesia yang telah menerapkan bea keluar ekspor untuk 14 jenis mineral mentah pada awal Mei lalu. Bahkan, Jepang mengancam akan mengajukan keberatan ke WTO jika Indonesia tetap melanjutkan larangan ekspor mineral mentah pada tahun 2014 nanti.

Pembatasan ekspor ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (minerba). Aturan ini menyatakan, pemegang kontrak karya yang sudah berproduksi wajib melakukan pemurnian mineral paling lambat lima tahun setelah undang-undang ini berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×