kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

BKF: Pelonggaran pembatasan aktivitas dorong kinerja sektor manufaktur


Senin, 01 November 2021 / 17:54 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu. BKF: Pelonggaran pembatasan aktivitas dorong kinerja sektor manufaktur


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indikator aktivitas manufaktur Purchasing Mangers Index (PMI) dari IHS Markit menunjukkan perbaikan yang signifikan. 

Lembaga tersebut mengungkapkan, PMI Manufaktur Indonesia berada pada angka 57,2 atau meningkat dari 52,2 pada bulan September 2021. Bahkan, ini tercatat tertinggi sejak survei dimulai pada April 2021. 

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio N. Kacaribu mengatakan, perbaikan kinerja manufaktur ini tak lepas dari melandainya kasus harian Covid-19. 

“Penurunan kasus Covid-19 berakibat pada pelonggaran pembatasan aktivitas, disinyalir telah menyebabkan peningkatan aktivitas sektor manufaktur bulan Oktober 2021,” ujar Febrio dalam keterangannya, Senin (1/11). 

Baca Juga: Permintaan meningkat, pengusaha optimistis sektor manufaktur bakal kian menggeliat

Febrio menjelaskan, per 31 Oktober 2021, kasus harian rata-rata sudah kembali ke tiga digit di angka 523 kasus harian dengan total 12.318 kasus aktif. 

Angka rata-rata vaksinasi harian juga menggembirakan, mencapai 2 juta suntikan per hari. Bahkan saat ini, sudah ada 73,8 ribu orang yang mendapatkan vaksinasi lengkap atau setara 35,44% dari total target 208,27 juta orang untuk mendapatkan herd immunity. 

Output dan permintaan baru di industri manufaktur mencatatkan rekor di bulan Oktober 2021 seiring dengan membaiknya situasi Covid-19. Meski demikian, permintaan ekspor baru masih mengalami kontraksi karena adanya gangguan pandemi dan hambatan pengiriman. 

Kabar baiknya, peningkatan industri manufaktur ini juga membuat penyerapan tenaga kerja kembali meningkat, pertama kali dalam empat bulan. Namun, akumulasi penumpukan pekerjaan masih sedikit meningkat karena kenaikan tenaga kerja masih belum signifikan. 

Baca Juga: Pengusaha yakin kinerja manufaktur bisa terus moncer, ini alasannya




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×