kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.900   9,00   0,05%
  • IDX 6.414   79,49   1,25%
  • KOMPAS100 847   11,35   1,36%
  • LQ45 639   6,00   0,95%
  • ISSI 221   3,19   1,46%
  • IDX30 359   2,56   0,72%
  • IDXHIDIV20 443   1,52   0,34%
  • IDX80 96   1,21   1,27%
  • IDXV30 120   0,99   0,83%
  • IDXQ30 115   0,51   0,45%

Bidik kerja sama LCS dengan Arab Saudi, ini kata Bank Indonesia


Rabu, 11 Agustus 2021 / 18:41 WIB
ILUSTRASI. Mata uang Riyal dari Arab Saudi


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) tengah membidik sejumlah negara untuk diajak kerja sama dalam penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi atau local currency settlement (LCS). 

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Donny Hutabarat mengungkapkan, salah satu negara yang dibidik adalah Arab Saudi. 

“Kami terus mengupayakan peluang kerja sama LCS dengan negara yang memiliki keterkaitan hubungan ekonomi yang erat, seperti Arab Saudi juga terus diupayakan untuk memudahkan kegiatan pembayaran warga negara Indonesia yang melakukan ibadah haji,” kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (9/8). 

Meski begitu, Donny mengaku, merayu negara tersebut untuk menjalin kerja sama LCS dengan Indonesia memang tak semudah membalik telapak tangan. Pasalnya, kedua negara memang harus menyamakan tujuan, kebutuhan, dan perlu ada pembentukan ekosistem. 

Baca Juga: BI jajaki kerja sama LCS dengan Filipina, Korea Selatan, dan India

Tak hanya itu, negara Arab Saudi juga perlu melakukan persiapan yang mungkin akan memakan waktu. Ini tentu saja membutuhkan kesiapan negara tersebut. 

“Sejauh mana nanti mereka siap? Mungkin mereka mau, tetapi perlu ada persiapan tidak bisa sekadar mau saja. Harus ada ekosistem yang dibentuk. Namun, akan kami coba dan ini bisa jadi di penjajakan tahap berikutnya akan kami lakukan,” jelas Donny. 

Nah, untuk saat ini, BI tengah menjajaki kerja sama LCS dengan tiga negara, yaitu Filipina, Korea Selatan, dan India. Untuk negara Filipina, bahkan BI sudah memiliki kesepakatan bilateral atau memorandum of understanding (MoU) dan harapannya membuahkan hasil baik ke depan. 

Selanjutnya: Begini manfaat kerja sama LCS menurut ekonom LPEM FEB UI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×