kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.085   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

BI sebut pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung pada 5 aspek ini


Minggu, 30 Agustus 2020 / 12:14 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perekonomian Indonesia di paruh pertama tahun 2020 ini cukup terkoyak akibat Covid-19. Bank Indonesia (BI) pun berharap kondisi di semester II-2020 bisa lebih baik daripada semester pertama tahun ini.

Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo, mengatakan, kalau perkembangan perekonomian di paruh kedua tahun depan juga bergantung dengan usaha-usaha yang dilakukan oleh berbagai otoritas di dalam negeri, sehingga akan bergantung pada lima hal.

Pertama, permintaan domestik. Menurutnya, permintaan domestik di semester II-2020 bisa ditingkatkan sejalan relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan bertahap.

Baca Juga: Analis sebut IHSG pekan depan berpotensi mengalami koreksi, simak sentimennya

"Sektor prioritas apa saja yang bisa dibuka, paling tidak bisa mendorong konsumsi masyarakat. Karena, tanpa konsumsi masyarakat kita sulit untuk melihat ekonomi tumbuh di semester kedua tahun ini," ujar Dody, Sabtu (29/8).

Kedua, bagaimana kebijakan fiskal pemerintah akan digenjot dari sisi konsumsi pemerintah. Penyerapan belanja pemerintah di semester kedua tahun ini harus digenjot dan tentu saja harus didistribusi merata, khususnya masyarakat menengah ke bawah.

Ketiga, ini juga ada peran dari otoritas moneter. Kebijakan BI harus akomodatif di semester kedua tahun ini sehingga bisa membantu kebijakan fiskal dalam menggenjot perekonomian.

Baca Juga: Walau dihantam corona, bank jumbo masih pede kinerja tahun ini bakal tetap tumbuh

Keempat, bagaimana kelanjutan kebijakan restrukturisasi kredit. Apalagi, restrukturisasi kredit bagi UMKM ini sangat kuat ke penguatan kemampuan membayar usaha-usaha kecil.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×