CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

BI sebut lima kebijakan ini dapat mendorong pemulihan ekonomi Indonesia


Kamis, 03 Desember 2020 / 16:54 WIB
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/9/2020).BI optismistis pemulihan ekonomi akan terus berlanjut tahun depan, sehingga bisa pulih minimal ke level pra Covid-19.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Kebijakan kedua, mempercepat realisasi stimulus fiskal. Seperti yang kita ketahui, pemerintah mematok defiist fiskal sebesar 5,87% dari PDB pada tahun depan. Perry optimistis, kalau stimulus fiskal ini mampu mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Ketiga, peningkatan kredit atau pembiayaan kepada dunia usaha untuk mengatasi credit crunch. Perry optimistis, kalau pertumbuhan kredit pada tahun 2021 mampu berada di kisaran 7% hingga 9%.

Baca Juga: Indikator ini jadi bukti ekonomi Indonesia sudah membaik

Keempat, keberlanjutan stimulus moneter dan makroprudensial. Bank sentral memegang peran dalam kebijakan ini. Perry bilang, BI akan tetap hadir dengan stimulus moneter dan makroprudensial yang akomodatif, juga digitalisasi sistem pembayaran dan pendalaman pasar uang, penguatan ekonomi syariah, juga UMKM.

Sementara kebijakan kelima, Indonesia perlu untuk menciptakan iklim yang ramah dengan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya bagi  UMKM.

Selanjutnya: PMI Manufaktur Indonesia naik, ini rekomendasi saham yang layak dikoleksi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×