kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.147   33,00   0,19%
  • IDX 7.439   -19,02   -0,26%
  • KOMPAS100 1.026   -3,15   -0,31%
  • LQ45 741   -5,13   -0,69%
  • ISSI 268   -0,29   -0,11%
  • IDX30 397   -2,82   -0,70%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 115   -0,56   -0,48%
  • IDXV30 135   -0,56   -0,41%
  • IDXQ30 128   -1,31   -1,01%

BI: Rupiah mesti sebanding dengan negara pesaing


Selasa, 18 Februari 2014 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. Masalah Kesehatan yang Rentan Terjadi pada Wanita


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Nilai mata uang Garuda alami penguatan semenjak Jumat pekan lalu berhasil menembus hingga ke level 11.800. Bank Indonesia (BI) melihat penguatan rupiah ini harus dibandingkan dengan negara-negara pesaing.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Doddy Zulverdi mengatakan nilai mata uang regional juga mengalami penguatan. "Bukan kita sendiri yang menguat," ujar Doddy, Selasa (18/2).

Doddy menjelaskan penguatan rupiah ini harus dibandingkan dengan negara pesaing lainnya yang sama melakukan aktivitas ekspor. Sepanjang indeks nilai tukar riil efektif Indonesia berada di bawah 100 maka rupiah masih cukup kompetitif bersaing.

"Walaupun berfluktuasi namun sepanjang konsisten dengan regional maka rupiah punya daya saing," ujar Doddy, Selasa (18/2).

Adapun BI mencatat secara rata-rata, rupiah Januari 2014 adalah sebesar 12.075 per dolar AS, melemah 0,7% dibandingkan pelemahan rata-rata rupiah pada Desember 2013 sebesar 3,74%.

Dengan perkembangan ini maka indeks nilai tukar rupiah riil efektif (Real Effective Exchange Rate - REER dengan tahun dasar 2006) tercatat 94,2 sehingga tingkat daya saing harga ekspor Indonesia relatif tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×