kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

BI: Rupiah melemah akibat tiga faktor ini


Kamis, 05 September 2013 / 14:50 WIB
ILUSTRASI. Jumlah penerbitan obligasi korporasi hingga 13 April 2022 mencapai Rp 43,55 triliun. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/19/07/2017


Reporter: Dyah Megasari, Asnil Bambani Amri | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, pasokan dollar di pasar kian menyusut. Hal tersebut makin memacu nilai tukar rupiah makin terpuruk. Deputi Direktur Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Wiwiek Sisto Widayat menjabarkan, ada tiga penyebab mengapa rupiah semakin tertekan.

Pertama, lebih dari 15% devisa hasil ekspor (DHE) masih enggan masuk ke Indonesia.

"Meski BI sudah menerbitkan aturan yang ketat, tetap saja sulit menggiring semua DHE tersebut masuk," ujarnya.

Kedua, permintaan dollar oleh beberapa perusahaan sangat besar. Khususnya perusahaan berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang belanja modalnya banyak menggunakan dollar seperti Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Jika permintaan dollar dua perusahaan ini dikurangi, hal itu bisa sangat menolong rupiah," jelas Wiwiek.

Ketiga, impor beberapa komoditas yang terlalu besar seperti minyak, bahan bakar dan spare part otomotif.

Hingga saat ini, posisi rupiah masih tertekan dan belum ada tanda-tanda bangkit. Bank sentral belum mengetahui apakah rupiah akan menuju level Rp 12.500 seperti tahun 2008 atau tidak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×