kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

BI: Rupiah masih memiliki ruang untuk menguat


Selasa, 05 Maret 2019 / 19:33 WIB
BI: Rupiah masih memiliki ruang untuk menguat


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hari ini nilai tukar rupiah ditutup menguat. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah hari ini menguat 0,02% ke level Rp 14.128 per dollar AS. Kurs tengah rupiah di Bank Indonesia pun menguat 0,02% ke level Rp 14.146 per dollar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengatakan, nilai tukar rupiah tahun ini cenderung menguat, terlebih karena rupiah masih dalam kondisi undervalue.

"Ini karena faktor 2018 yang menimbulkan tekanan sudah mereka. Masalah sengketa dagang, kenaikan suku bunga The Fed, tinggal brexit yang belum selesai. Lalu beberapa hal yang terkait geopolitik risk juga tidak sebesar dulu. Jadi hemat saya kecenderungannya masih ada ruang untuk menguat," ujar Nanang, Selasa (5/3).

Menurut Nanang, saat ini rupiah pun sedang dalam kondisi yang stabil. Mengingat supply dan demand valuta asing tetap ada. Impor yang masuk pun diimbangi dengan aliran modal yang masuk.

"Makanya tidak terlalu fluktuasi dan ini dibantu dengan pasar DNDF, banyak yang sudah lakukan hedging. Dengan melakukan hedging pelaku pasar tidak terburu-buru beli ke spot market," tambah Nanang.

Lebih lanjut Nanang menerangkan memang saat ini pelaku pasar masih menunggu hasil negosiasi antara China dan Amerika Serikat. Namun dia memandang negosiasi ini sudah menuju arah yang positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×