kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

BI proyeksi defisit transaksi berjalan US$ 23 miliar tahun ini


Selasa, 22 Mei 2018 / 17:04 WIB
BI proyeksi defisit transaksi berjalan US$ 23 miliar tahun ini
ILUSTRASI. Gubernur BI Agus Martowardojo


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) tahun ini sebesar 2,3% dari produk domestik bruto (PDB). Proyeksi ini lebih lebar dari yang sebelumnya 2,2%–2,3% terhadap PDB.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, hal ini lantaran CAD pada kuartal I-2018 sebesar 2,15% atau US$ 5,5 miliar. Angka ini, menurut Agus, cukup besar.

“CAD di kuartal I cukup kuat. Kalau setahun, itu kira-kira ada di 2,3% dari PDB. Secara besaran US$ 23 miliar,” ucapnya di Gedung DPR RI, Selasa (22/5).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, nilai impor kuartal I-2018 tumbuh 12,75% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan ekspor yang 6,17% (yoy).

Agus melanjutkan, proyeksi CAD tahun ini yang sebesar 2,3% PDB itu adalah karena dorongan impor. Meski demikian, persentase ini tetap berada di bawah 3% dari PDB yang merupakan level amannya.

Dengan demikian, ia mengatakan CAD pada tahun ini masih relatif terjaga. “Kalau masih di bawah 3% dari PDB, kami melihat masih sustainable,” katanya.

Asal tahu saja, sejak tahun 2012, transaksi berjalan selalu mencatatkan defisit. Tahun lalu CAD tercatat sebesar 1,7% terhadap PDB.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan bahwa pelebaran defisit tahun ini lebih disebabkan oleh peningkatan impor barang modal, barang mentah, dan barang setengah jadi yang dibutuhkan untuk produksi.

Makanya, kenaikan impor juga akan berdampak positif pada ekonomi dalam negeri. “Itu masih sangat prudent," kata Mirza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×