kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI prediksi neraca dagang bulan April akan defisit


Jumat, 30 Mei 2014 / 14:49 WIB
ILUSTRASI. Digital Lounge Bank CIMB Niaga di jakarta.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Triwulan II 2014 menjadi momok tersendiri bagi perekonomian Indonesia. Aktivitas impor diperkirakan akan kembali meningkat dan akan menjadi beban bagi neraca perdagangan.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, kondisi neraca dagang pada bulan April akan mengalami defisit. Penyebab utama defisit adalah dari impor yang membesar. "Dibanding Maret, peningkatan (impornya) sampai 11%," ujar Agus, Jumat (30/5).

Tekanan impor yang meningkat ini sebagai akibat musim persiapan lebaran. Di sisi lain, ekspor mengalami tekanan terutama pada komoditas andalan seperti kelapa sawit dan batu bara.

Harga komoditas masih lemah. Apalagi permintaan dari China turun seiring dengan melambatnya perekonomian negeri tirai bambu tersebut.

Sayangnya, Agus masih menutup rapat berapa kisaran defisit neraca dagang yang akan terjadi pada bulan April. Asal tahu saja, neraca dagang dalam dua bulan terakhir yaitu Februari dan Maret mencatat surplus masing-masing sebesar US$ 785,3 juta dan US$ 673,2 juta.

Menurutnya, neraca dagang April yang mengalami defisit ini merupakan unsur musiman. BI dalam hal ini akan terus berusaha menjaga kondisi neraca dagang untuk tetap bisa mengalami surplus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×