kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.162   -12,00   -0,07%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

BI prediksi CAD sepanjang 2020 lebih rendah dari 2,5% PDB, ini pertimbangannya


Jumat, 17 April 2020 / 17:23 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan konferensi pers melalui fasilitas live streaming di Jakarta, Kamis (9/4/2020).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) yakin defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) di tahun ini bisa di bawah garis kebijakan CAD yang sebesar 2,5% - 3% dari PDB. 

"Iya, kami yakin akan jauh lebih rendah dan bahkan tahun depan kemungkinannya juga lebih rendah dari garis kebijakan tersebut," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat (17/4) lewat video conference.

Baca Juga: BI proyeksi CAD kuartal I 2020 lebih rendah dari 1,5% PDB, apa prediksi para ekonom?

Perry juga meramal CAD di kuartal pertama tahun ini bisa lebih rendah dari 1,5% PDB yang dipengaruhi oleh neraca dagang Indonesia yang mencetak surplus US$ 2,6 miliar di sepanjang kuartal I-2020.

Surplus neraca dagang ini disebabkan oleh Covid-19 yang menyebabkan turunnya permintaan dunia, penurunan harga komoditas, dan mengganggu mata rantai perdagangan sehingga berdampak pada penurunan impor, termasuk ekspor Indonesia.

Meski ekspor menurun, rupanya impor Indonesia juga turun lebih curam. Ini disebabkan kebutuhan impor bahan baku untuk ekspor yang menurun serta terbatasnya aktivitas produksi selama wabah ini masih menjangkit.

Baca Juga: BI optimistis CAD bisa lebih rendah dari 1,5% PDB di kuartal awal tahun ini

Sealin itu, kondisi rendahnya CAD ini juga disebabkan oleh defisit dari neraca jasa yang menurun karena turunnya biaya angkut dan asuransi impor.




TERBARU

[X]
×