kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.765   12,00   0,07%
  • IDX 6.600   74,46   1,14%
  • KOMPAS100 864   11,98   1,41%
  • LQ45 654   10,59   1,64%
  • ISSI 230   0,99   0,43%
  • IDX30 366   6,01   1,67%
  • IDXHIDIV20 452   8,85   2,00%
  • IDX80 98   1,48   1,52%
  • IDXV30 125   1,21   0,98%
  • IDXQ30 117   2,14   1,86%

BI: Net kewajiban posisi investasi internasional Indonesia naik di Kuartal IV 2019


Jumat, 27 Maret 2020 / 11:15 WIB
ILUSTRASI. Pertumbuhan Ekonomi —— Pejalan kaki melintas dekat logo Bank Indonesia (BI) di gedung BI, Jakarta, Rabu (24/10). BI memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2018 tak sekuat capaian kuartal II 2018. Ekonomi pada kuartal III hanya tumbuh sekitar 5,1


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada kuartal IV-2019 mencatatkan net kewajiban yang meningkat dari kuartal sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) mencatat net kewajiban pada kuartal IV tahun lalu sebesar US$ 338,2 miliar atau setara 30,2% PDB. Sementara net kewajiban pada kuartal III-2019 tercatat sebesar US$ 324,1 miliar atau setara 29,7% dari PDB.

Baca Juga: Melambat, kredit perbankan hanya tumbuh 5,93% pada Februari 2020

"Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," tulis bank sentral dalam keterangan resminya, Jumat (27/3).

Posisi KFLN Indonesia pada akhir kuartal IV-2019 meningkat 3,1% qtq atau sebesar US$ 21,7 miliar dari kuartal sebelumnya menjadi US$ 711,6 miliar

Peningkatan kewajiban tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan transaksi investasi portofolio berupa arus masuk modal asing pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik serta obligasi global korporasi dan Pemerintah.

Tak hanya itu, ini juga disebabkan oleh peningkatan transaksi kewajiban finansial lainnya seperti investasi langsung dan investasi dalam bentuk lainnya.

"Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan investor yang masih tinggi terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap baik serta imbal hasil aset keuangan domestik yang masih menarik," tambah BI.

Baca Juga: Pemerintah target Rp 22 triliun dari lelang 7 seri SUN pekan depan

BI juga mengatakan bahwa peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh faktor revaluasi positif atas instrumen investasi berdenominasi rupiah sejalan dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan penguatan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada akhir kuartal IV tahun lalu.

Lebih lanjut, posisi AFLN juga mengalami peningkatan, yaitu sebesar 2,1% qtq atau US$ 7,6 miliar menjadi US$ 373,3 miliar.

Peningkatan ini terutama dikontribusi oleh transaksi aset dalam bentuk investasi langsung dan cadangan devisa.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×