kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

BI memperkirakan inflasi November hanya 0,18%


Rabu, 22 November 2017 / 10:42 WIB
BI memperkirakan inflasi November hanya 0,18%


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan daya beli konsumen diperkirakan masih lemah pada November 2017. Masih lemahnya daya beli masyarakat terindikasi dari angka inflasi November yang diperkirakan masih mini hanya sebesar 0,18%. Angka itu akan menjadi inflasi yang terendah dibandingkan November pada tahun-tahun sebelumnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menjelaskan, menurut catatan rata-rata inflasi bulanan November tahun 2014 hingga 2016 mencapai sebesar 0,73%. Sedangkan proyek inflasi November pada tahun ini hanya sebesar 0,18%.

Angka perkiraan inflasi bulan November 2017 itu berdasarkan hasil survei harga mingguan yang dilakukan BI hingga pekan kedua kemarin. Namun, Agus enggan menjelaskan sebab rendahnya angka inflasi bulan ini. "Yang penting, inflasi sesuai target," kata Agus saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Senin (20/11).

Angka perkiraan inflasi itu diperkuat hasil pantauan harga pangan di Kementerian Perdagangan (Kemdag). Kemdag mencatat hingga pekan ketiga masih terjadi deflasi di sejumlah komoditas. Itu antara lain minyak goreng, kedelai dan gula pasir. Kenaikan harga signifikan hanya terjadi pada cabai dan bawang merah, naik di atas 10% dibandingkan akhir Oktober 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×