kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75% pada Maret 2023


Kamis, 16 Maret 2023 / 14:34 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama para deputi gubernur memberikan keterangan kepada wartawan terkait hasil RDG di Jakarta (16/2/2023). BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75% pada Maret 2023.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Maret 2023. 

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, suku bunga acuan pada bulan ini tetap di level 5,75%.  

"Keputusan ini konsisten dengan stance kebijakan moneter yang pre emptive dan forward looking untuk memastikan penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan," tutur Perry dalam konferensi pers, Kamis (16/3) di Jakarta. 

Baca Juga: Begini Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Kamis (16/3)

Perry kembali mengungkapkan keyakinannya bahwa tingkat suku bunga acuan ini memadai untuk mengarahkan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3% secara tahunan atau year on year (yoy) plus minus 1% pada semester I-2023. 

Selain itu, keputusan BI ini juga memadai untuk menjaga inflasi indeks harga konsumen (IHK) kembali dalam sasaran 3% yoy plus minus 1% mulai bulan September 2023. 

BI akan melakukan kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah untuk mengendalikan inflasi impor (imported inflation) dan mitigasi dampak rambatan pasar keuangan global terhadap Rupiah. 

Baca Juga: Menunggu Hasil RDG BI, IHSG Kamis (16/3) Masih Akan Bergerak Fluktuatif

Sehubungan itu, BI akan memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Selain menahan suku bunga acuan, bank sentral juga menahan suku bunga deposit facility di level 5% dan suku bunga lending facility di level 6,5%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×