kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

BI: Ekspor Nonmigas Perlu Dioptimalkan Ditengah Momentum Kenaikan Harga Komoditas


Rabu, 21 Oktober 2026 / 14:49 WIB
BI: Ekspor Nonmigas Perlu Dioptimalkan Ditengah Momentum Kenaikan Harga Komoditas
ILUSTRASI. IPC TPK Catatkan Kinerja Positif pada Semester 1 2024 (Dok/IPC TPK)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai kinerja ekspor nonmigas Indonesia menunjukkan peningkatan. Namun, momentum kenaikan harga komoditas ekspor perlu dimanfaatkan lebih optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan, perekonomian Indonesia tetap berdaya tahan dan perlu terus didorong melalui penguatan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi, termasuk dari sisi eksternal.

Di tengah perkembangan tersebut, konsumsi rumah tangga masih terjaga dengan dukungan berlanjutnya berbagai stimulus fiskal pemerintah serta menguatnya ekspektasi konsumen.

Baca Juga: BI Perkuat Stabilisasi Rupiah, Insentif DNDF Lindung Nilai Naik Jadi 45%

Dari sisi investasi, kinerja juga tumbuh positif, terutama ditopang oleh investasi pemerintah. Sementara itu, peran investasi swasta mulai menguat sejalan dengan meningkatnya keyakinan produsen yang tercermin dari indeks Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang berada di zona ekspansi.

Adapun dari sisi eksternal, peningkatan ekspor nonmigas menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, BI memandang masih terdapat peluang untuk mengoptimalkan kinerja ekspor dengan memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas di pasar global.

“Dari eksternal, kinerja ekspor nonmigas meningkat, meskipun perlu semakin didorong memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas ekspor,” tutur Destry dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2026).

Ke depan, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga, didukung oleh berlanjutnya berbagai stimulus pemerintah, membaiknya ekspektasi pelaku ekonomi, serta penguatan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi.

BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%.

Baca Juga: BI Pertahankan BI-Rate di Level 5,75% Pada RDG Oktober 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×