kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.944   33,00   0,18%
  • IDX 6.361   26,04   0,41%
  • KOMPAS100 836   0,27   0,03%
  • LQ45 631   -2,00   -0,32%
  • ISSI 220   2,40   1,10%
  • IDX30 355   -1,68   -0,47%
  • IDXHIDIV20 437   -4,44   -1,01%
  • IDX80 95   0,10   0,10%
  • IDXV30 119   0,16   0,14%
  • IDXQ30 113   -1,06   -0,93%

BI biarkan rupiah melemah


Kamis, 04 Desember 2014 / 17:36 WIB
ILUSTRASI. Manfaat buah ceri untuk kesehatan tubuh.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pemerintah telah memangkas anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan menaikkan harga BBM bersubsidi. Namun kebijakan itu ternyata belum bisa menyulut penguatan nilai tukar mata uang Garuda.

Kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (4/12) menunjukkan, rupiah berada pada level Rp 12.318 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada Rabu (3/12) rupiah pada level Rp 12.295, dan sehari sebelumnya rupiah pada level Rp 12.276.

Terkait pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hendar mengatakan, BI akan tetap menjaga nilai tukar harus sejalan dengan kondisi kebutuhan makro. Kondisi kebutuhan makro yang dimaksud adalah neraca transaksi berjalan yang masih defisit.

Dengan kondisi defisit seperti itu, menurut Hendar, nilai tukar rupiah diharapkan untuk dukung kompetitiveness dari sisi ekspor. Ekspor Indonesia yang didominasi oleh komoditas menyebabkan peningkatan ekspor tidak bisa sepesat yang diharapkan.

Hal ini berarti BI sengaja membiarkan rupiah melemah untuk mendorong ekspor dan meningkatkan impor, Hendar mengaku BI akan tetap menjaga kenyamanan pasar. "Agar rupiah tidak menyimpang dari sisi fundamentalnya. Kita harus menjaga nilai tukar tetap sejalan dengan kebutuhan makro kita," ujarnya, Kamis (4/12).

Selain sisi defisit transaksi berjalan, BI melihat ada sisi lain yang tidak bisa dikontrol oleh BI yaitu sentimen dari pasar global. Sentimen dari pasar global yang didominasi oleh perbaikan ekonomi negara adikuasa Amerika menjadi penyebab yang tidak bisa dihindari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×