kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Bertemu Jokowi, KPPU laporkan dugaan kartel


Jumat, 13 November 2015 / 13:25 WIB


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI melaporkan usaha pemberantasan kartel pangan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/11).

Pemberantasan kartel pangan difokuskan kepada kartel daging, selain kartel beras, garam, jagung, kedelai dan gula.

Ketua KPPU RI Muhammad Syarkawi Rauf mengungkapkan, saat ini ada 32 perusahaan yang berstatus terlapor atau tersangka kartel daging. Beberapa perusahaan di antaranya terintegrasi dengan perusahaan asing.

"Perusahaan-perusahaan ini sedang kita sidangkan," ucap Syarkawi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat.

Syarkawi menuturkan, KPPU juga ingin fokus pada pemberantasan kartel beras. Ia menilai, target pemberantasan kartel beras harus disesuaikan dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN). (baca: Beras Impor Akhirnya Masuk ke Indonesia)

"Kita siap mengawal sesuai dengan kewenangan yang kita punya terkait dengan pemberantasan kartelnya," ujarnya.

Syarkawi menjelaskan, ke 32 perusahaan itu diduga bersekongkol untuk menahan pasokan daging mulai dari tempat pembiakan ternak ke rumah potong hewan. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×