kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 6.029   145,19   2,47%
  • KOMPAS100 784   20,86   2,73%
  • LQ45 593   15,00   2,59%
  • ISSI 209   5,74   2,82%
  • IDX30 336   8,84   2,70%
  • IDXHIDIV20 412   9,41   2,34%
  • IDX80 89   2,31   2,66%
  • IDXV30 112   2,85   2,62%
  • IDXQ30 108   2,88   2,74%

Bertambah jadi 96 kasus, daerah sebaran kasus virus corona di Indonesia makin meluas


Sabtu, 14 Maret 2020 / 17:12 WIB
ILUSTRASI. Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, sampai dengan hari ini, Sabtu (14/3) sudah ada 96 orang yang positif terjangkit virus corona, delapan orang dinyatakan sembuh, dan lima orang meninggal dunia.

Sejalan dengan hal ini, Yuri juga membeberkan bahwa persebaran kasus juga sudah semakin melebar.

Di antaranya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat termasuk Bandung, Tangerang, Jawa Tengah, Bali, Manado, Pontianak, serta beberapa daerah lain yang masih dilakukan tracing karena belum ditemukan posisi akuratnya berada di mana.

Baca Juga: UPDATE: 96 orang dinyatakan positif corona, lima orang meninggal, delapan sembuh

"Oleh karena itu, ini yang membuat kita harus selalu waspada dan meningkatkan tracing dengan lebih keras lagi," ujar Yuri di Graha BNPB, Sabtu (14/3).

Dikarenakan persebaran semakin meluas, kata Yuri, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akan mulai meninjau kembali pembatasan kunjungan warga negara asing (WNA) dari negara-negara yang telah menyatakan lockdown.

"Ini juga jadi perhatian kita, di samping sinergi daerah juga melaksanakan pengawasan yang lebih ketat. Tidak mungkin ini pendekatannya adalah case based, berbasis pada kasus. Namun harus community based atau berbasis pada masyarakat," kata Yuri.

Lebih lanjut, Yuri menjelaskan informasi terkait dengan virus corona tidak akan lagi dirilis dengan berorientasi pada kasus, tetapi akan lebih berfokus kepada komunitas atau masyarakat.

Namun demikian, terkait dengan data akan tetap dirilis melalui website.

Baca Juga: Ini beda cara penularan virus corona secara langsung dan tidak langsung

"Website ini nantinya juga akan kami hyperlink ke BNPB, website dari kabupaten/provinsi yang sudah dibuat oleh DKI, itu akan kita hyperlink semua, sehingga kita akan bisa mengikuti perkembangan kasus ini dengan baik," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×