kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Belum ada titik temu proyek jembatan Selat Sunda


Jumat, 13 Juli 2012 / 17:37 WIB
ILUSTRASI. Axiata. REUTERS/Bazuki Muhammad/File Photo


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Menteri koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan sampai saat ini belum ada titik temu menyangkut kelanjutan proyek Jembatan Selat Sunda. Terutama perihal pembiayaan studi kelayakan proyek jembatan yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera itu.

"Belum ada perubahan. Saya masih minta dikaji yang terbaik bagaimana," katanya di Istana, Jumat (13/7).

Meski demikian, Hatta menegaskan proyek ini tetap berjalan dan rencananya ground breaking-nya sudah bisa dijalankan pada tahun 2014 mendatang. "Ya memang tetap 2014 kita harus ground breaking," katanya.

Sebenarnya, penyelesaian polemik antar kementerian perihal proyek ini sudah menunjukkan kemajuan. Menyusul disetujuinya revisi Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS).

Meski begitu, soal pendanaan studi kelayakan tampaknya masih menjadi perdebatan. Ini terpicu oleh protes Gubernur Provinsi Banten dan Provisi Lampung yang keberatan dengan usulan agar biaya studi kelayakan Jembatan Selat Sunda memakai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Sejak awal studi kelayakan pembangunan jembatan sepanjang 30 kilometer ini tidak didesain menggunakan APBN. Namun, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan agar studi kelayakan proyek i ni dilakukan pemerintah dengan dana APBN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×