kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Belum ada putusan atas kontainer bawang putih


Kamis, 14 Maret 2013 / 12:11 WIB
Belum ada putusan atas kontainer bawang putih
ILUSTRASI. Petugas keamanan berdiri di gerbang yang secara resmi dikenal sebagai pusat pendidikan keterampilan kejuruan di Kabupaten Huocheng di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, China 3 September 2018.


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Pemerintah belum memutuskan ratusan kontainer berisi bawang putih yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, mau diapakan. Pemerintah masih mengecek kelengkapan dokumen yang menyertai barang-barang itu.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, mengemukakan soal itu, usai membuka rapat kerja nasional Kementerian Perdagangan di Jakarta, Kamis (14/3/2013). "Kalau dokumennya tidak lengkap, memang tidak boleh masuk," katanya.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, biasanya kasus seperti itu diselesaikan dengan reekspor, jika memang ditemukan dokumen tidak lengkap.

"Pemerintah bisa saja menyita bawang putih itu dan menggunakannya untuk menambah pasokan di dalam negeri, tetapi harus melalui proses pengadilan dulu. Setelah pengadilan memutuskan bahwa itu barang selundupan maka negara bisa menyita, dan itu butuh waktu sekitar enam bulan. Dalam waktu selama itu kondisi bawang putih sudah keburu rusak," paparnya. (Eny Prihtiyani/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×