kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.948   35,00   0,20%
  • IDX 6.042   5,00   0,08%
  • KOMPAS100 779   1,64   0,21%
  • LQ45 597   1,09   0,18%
  • ISSI 210   -0,09   -0,04%
  • IDX30 332   1,53   0,46%
  • IDXHIDIV20 425   1,84   0,44%
  • IDX80 89   0,18   0,20%
  • IDXV30 115   0,42   0,37%
  • IDXQ30 109   0,52   0,48%

Belanja pemerintah pusat sepanjang semester I 2020 tumbuh 6%


Jumat, 10 Juli 2020 / 14:35 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani berjalan memasuki ruangan untuk mengikuti rapat kerja tertutup dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020). Rapat itu membahas surat menteri keuangan terkait perkembangan skema burden sharing


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini pemerintah melaksanakan kebijakan countercyclical yang ekstrem melalui berbagai program strategis.

Misalnya seperti pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), termasuk tambahan anggaran bantuan sosial (bansos) dalam rangka menjaga daya beli masyarakat.

Apabila dilihat lebih jauh, belanja pemerintah pusat mengalami peningkatan sebesar Rp 124,1 triliun dari alokasi awal senilai Rp 1.851,1 triliun di dalam Perpres 54/2020.

Baca Juga: Bila ekonomi memburuk, Wapres Ma'ruf Amin: Pemerintah akan perlebar defisit APBN

Perubahan belanja pemerintah pusat tersebut terjadi pada alokasi belanja K/L dan belanja non-K/L. Belanja K/L mengalami penurunan sebesar Rp 200 miliar dipengaruhi biaya pelaksanaan penanganan Covid-19 yang disertai kebijakan refocusing dan realokasi belanja K/L.

Sementara untuk belanja non-K/L meningkat sebesar Rp 124,3 triliun sejalan dengan tambahan biaya penanganan Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×