kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.158   1,00   0,01%
  • IDX 7.621   -2,20   -0,03%
  • KOMPAS100 1.052   -3,78   -0,36%
  • LQ45 757   -2,62   -0,35%
  • ISSI 277   -0,92   -0,33%
  • IDX30 403   -0,40   -0,10%
  • IDXHIDIV20 488   -0,78   -0,16%
  • IDX80 118   -0,36   -0,30%
  • IDXV30 138   0,41   0,30%
  • IDXQ30 129   -0,01   -0,01%

Belanja pemerintah pusat capai Rp 761,5 triliun hingga Juli


Senin, 26 Agustus 2019 / 19:35 WIB
ILUSTRASI. Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani


Reporter: Grace Olivia | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja pemerintah pusat untuk kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp 761,5 triliun hingga akhir Juli 2019. 

Realisasi belanja pemerintah pusat itu tumbuh 9,2%, lebih lambat dari pertumbuhan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 15,3%. 

Baca Juga: Jokowi: 19% dari biaya pemindahan ibu kota gunakan APBN

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani menjelaskan, perlambatan pertumbuhan belanja pemerintah pusat disebabkan oleh pertumbuhan belanja non kementerian dan lembaga (K/L) maupun belanja K/L yang lebih rendah dari tahun sebelumnya. 

“Namun, pertumbuhan belanja K/L masih relatif kuat dengan nominal yang lebih tinggi dari periode sama tahun lalu,” ujarnya, Senin (26/8).

Belanja K/L tercatat sebesar Rp 419,9 triliun atau tumbuh 11,7% yoy hingga Juli lalu. Realisasi belanja K/L telah memenuhi 49,1% pagu yang ditetapkan APBN 2019. 

Pertumbuhan belanja K/L dipicu oleh belanja pegawai yang tumbuh 13,1% atau mencapai Rp 150,1 triliun. Belanja barang juga tumbuh 10,1% atau sebesar Rp 146,3 triliun hingga akhir Juli lalu. 

Baca Juga: Hingga Juli, realisasi belanja modal K/L hanya Rp 48,4 triliun

Pertumbuhan belanja paling tinggi masih terjadi pada bantuan sosial yang mencapai 33,5% yoy, atau mencapai Rp 75,1 triliun. 

Sayangnya, pertumbuhan belanja modal justru mengalami kontraksi yaitu minus 10,6% atau hanya sebesar Rp 48,4 triliun. “Ini memang menjadi catatan dalam realisasi belanja pemerintah pusat, yaitu eksekusi dari masing-masing K/L,” ujar Askolani. 

Sementara, belanja non-K/L mencapai Rp 341,6 triliun atau tumbuh 6,4% hingga akhir Juli lalu, lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu yang tumbuh 16,4%. 

Pos belanja ini terdiri dari pembayaran bunga utang yang mencapai Rp 158,6 triliun atau tumbuh 8,3% yoy. Belanja subsidi tumbuh rendah 0,98% atau sebesar Rp 92,2 triliun. sementara, belanja hibah dan lainnya hanya sebesar Rp 1,5 triliun per Juli lalu. 

Baca Juga: Selama semester I 2019, realisasi belanja negara tumbuh 7,9%

“Komposisi dari belanja pegawai, barang, modal dan bansos masih tetap sejalan dengan dukungan kepada potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sementara belanja non-K/L juga masih sesuai dengan perencanaan kita,” ujar Askolani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×