kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Belanja pemerintah akhir Mei tertinggi lima tahun


Kamis, 09 Juni 2016 / 13:46 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah benar-benar dapat mengakselerasi pengeluarannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Realisasi belanja modal pemerintah per akhir Mei 2016 tercatat tertinggi dibandingkan periode yang sama selama lima tahun ke belakang.

Data Kementerian Keuangan (Kemkeu), realisasi belanja modal per akhir Mei 2016 tercatat sebesar Rp 27,2 trilun. Angka tersebut melonjak drastis, yaitu naik 62,9% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 16,7 triliun.

Sementara itu, realisasi belanja modal akhir Mei 2014 tercatat hanya sebesar Rp 20,4 triliun. Sementara per akhir mei 2013 tercatat sebesar Rp 25,4 triliun, akhir Mei 2012 sebesar Rp 21,1 triliun, dan akhir Mei 2010 sebesar Rp 15,45 triliun.

Meski terakselerasi, realisasi belanja modal tersebut baru mencapai Rp 13,5% dari target dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2016 yang sebesar Rp 201,6 triliun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kemkeu Askolani mengatakan, belanja modal tahun ini tidak akan terserap 100%. Namun menurutnya, pemerintah akan mengejar penyerapan maksimal di semester depan.

"Belanja modal tentunya kami harapkan triwulan kedua, ketiga, dan keempat itu terus naik. konsisten saja. Mudah-mudahan bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu," kata Askolani, Kamis (9/6).

Deputi Gubenur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, naiknya belanja modal pemerintah diharapkan dapat mendorong permintaan ke sektor industri sehingga diharapkan pula akan perdampak pada peningkatan investasi swasta.

Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu syarat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% tahun ini. Selain itu, dorongan belanja sosial dan dana desa diharapkan dapat mendorong permintaan rumah tangga sehingga target pertumbuhan tersebut bisa tercapai.

"Akselerasi (belanja pemerintah) is must tetapi bansos juga itu yang menigkatkan demand. Bansos dan dana desa itu bisa mendorong pertumbuhan dalam jangka pendek," kata Perry.


Realisasi belanja modal akhir Mei 2016 tertinggi sejak lima tahun ke belakang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×