kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Realisasi belanja modal rendah, ini efeknya


Selasa, 07 Juni 2016 / 21:34 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Direktur Institut for Development of Economic and Finance (INDEF) Enny SRi Hartati menilai realisasi belanja modal masih belum memuaskan. Sebelumnya diketahui, realisasi belanja modal hinga akhir Mei baru sebesar 11,9% atau sekitar Rp 24 triliun.

Menurut Enny, idealnya realisasi belanja modal hingga Mei bisa mendekati 50%. Apalagi, belanja modal menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah.

Memang, jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya lebih tinggi. Namun pada tahun ini, pemerintah sudah mulai menggenjot belanja sejak bulan pertama. Bahkan lelang proyek sudah dilakukan tahun lalu.

Oleh karenanya, Enny berharap pemerintah merevisi target pertumbuhannya lebih rendah dari yang ditetapkan dalam APBN sebesar 5,3%. "Saya pikir pemerintah harus merasionalisasi semua target yang terkait dengan belanja modal," kata Enny, Selasa (7/6) di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×