kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.884   -16,00   -0,09%
  • IDX 7.972   36,70   0,46%
  • KOMPAS100 1.125   7,73   0,69%
  • LQ45 817   0,98   0,12%
  • ISSI 281   3,01   1,08%
  • IDX30 426   -0,70   -0,16%
  • IDXHIDIV20 511   -3,55   -0,69%
  • IDX80 126   0,64   0,51%
  • IDXV30 138   -0,33   -0,24%
  • IDXQ30 138   -0,67   -0,48%

Realisasi belanja modal rendah, ini efeknya


Selasa, 07 Juni 2016 / 21:34 WIB
Realisasi belanja modal rendah, ini efeknya


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Direktur Institut for Development of Economic and Finance (INDEF) Enny SRi Hartati menilai realisasi belanja modal masih belum memuaskan. Sebelumnya diketahui, realisasi belanja modal hinga akhir Mei baru sebesar 11,9% atau sekitar Rp 24 triliun.

Menurut Enny, idealnya realisasi belanja modal hingga Mei bisa mendekati 50%. Apalagi, belanja modal menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah.

Memang, jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya lebih tinggi. Namun pada tahun ini, pemerintah sudah mulai menggenjot belanja sejak bulan pertama. Bahkan lelang proyek sudah dilakukan tahun lalu.

Oleh karenanya, Enny berharap pemerintah merevisi target pertumbuhannya lebih rendah dari yang ditetapkan dalam APBN sebesar 5,3%. "Saya pikir pemerintah harus merasionalisasi semua target yang terkait dengan belanja modal," kata Enny, Selasa (7/6) di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×