kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

BBM naik, inflasi terkerek 0,7%


Rabu, 17 April 2013 / 16:06 WIB
ILUSTRASI. Sakit perut yang terjadi secara tiba-tiba bisa jadi salah satu gejala usus buntu.


Reporter: Nina Dwiantika |

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menghitung, jika pemerintah jadi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi Rp 6.500 - Rp 7.000 per liter, laju inflasi akan meningkat signifikan.

Dengan asumsi kenaikan menjadi Rp 7.000 per liter, maka inflasi akan naik 0,7%. Hitungan itu disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru saja dilantik yakni Perry Warjiyo.

Menurutnya, dampak kenaikan harga BBM hanya sementara. Paling lama selama tiga bulan, sehingga yang perlu dijaga adalah kenaikan ekspektasi inflasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×