kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.739   32,00   0,19%
  • IDX 8.707   60,53   0,70%
  • KOMPAS100 1.199   5,82   0,49%
  • LQ45 848   1,07   0,13%
  • ISSI 313   4,24   1,37%
  • IDX30 436   -1,13   -0,26%
  • IDXHIDIV20 508   -1,51   -0,30%
  • IDX80 133   0,68   0,51%
  • IDXV30 139   0,27   0,19%
  • IDXQ30 140   -0,34   -0,24%

BBM naik, inflasi terkerek 0,7%


Rabu, 17 April 2013 / 16:06 WIB
BBM naik, inflasi terkerek 0,7%
ILUSTRASI. Sakit perut yang terjadi secara tiba-tiba bisa jadi salah satu gejala usus buntu.


Reporter: Nina Dwiantika |

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menghitung, jika pemerintah jadi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi Rp 6.500 - Rp 7.000 per liter, laju inflasi akan meningkat signifikan.

Dengan asumsi kenaikan menjadi Rp 7.000 per liter, maka inflasi akan naik 0,7%. Hitungan itu disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru saja dilantik yakni Perry Warjiyo.

Menurutnya, dampak kenaikan harga BBM hanya sementara. Paling lama selama tiga bulan, sehingga yang perlu dijaga adalah kenaikan ekspektasi inflasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×