kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

BBM naik, inflasi terkerek 0,7%


Rabu, 17 April 2013 / 16:06 WIB
ILUSTRASI. Sakit perut yang terjadi secara tiba-tiba bisa jadi salah satu gejala usus buntu.


Reporter: Nina Dwiantika

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menghitung, jika pemerintah jadi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi Rp 6.500 - Rp 7.000 per liter, laju inflasi akan meningkat signifikan.

Dengan asumsi kenaikan menjadi Rp 7.000 per liter, maka inflasi akan naik 0,7%. Hitungan itu disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru saja dilantik yakni Perry Warjiyo.

Menurutnya, dampak kenaikan harga BBM hanya sementara. Paling lama selama tiga bulan, sehingga yang perlu dijaga adalah kenaikan ekspektasi inflasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×