kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.856   54,00   0,32%
  • IDX 8.244   -47,19   -0,57%
  • KOMPAS100 1.165   -7,19   -0,61%
  • LQ45 837   -5,38   -0,64%
  • ISSI 296   -0,62   -0,21%
  • IDX30 435   -0,70   -0,16%
  • IDXHIDIV20 521   0,62   0,12%
  • IDX80 130   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 143   0,85   0,60%
  • IDXQ30 141   -0,22   -0,15%

Bappenas: Pengangguran terbuka tahun ini bisa bertambah 5,5 juta akibat wabah corona


Senin, 22 Juni 2020 / 15:25 WIB
Bappenas: Pengangguran terbuka tahun ini bisa bertambah 5,5 juta akibat wabah corona
ILUSTRASI. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan tingkat pengangguran terbuka di tahun 2020 akan bertambah 4,0 juta - 5,5 juta orang dibandingkan dengan tahun 2019 akibat dampak pandemi corona (Covid-19).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, bila angka pengangguran itu terus bertambah maka dikhawatirkan pada tahun 2021 mendatang tingkat pengangguran akan mencapai 10,7 juta sampai 12,7 juta orang.

Baca Juga: Bappenas ramal tingkat kemiskinan di tahun 2021 sekitar 9,2% sampai 9,7%

“Kita berharap bisa dikembalikan setidaknya mendekati angka sebelum pandemi,” ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (22/6).

Menurut data Bappena, sektor yang paling banyak kehilangan pekerja adalah sektor perdagangan, industri manufaktur, konstruksu, jasa perusahaan dan akomodasi serta makanan & minuman.

Covid-19 tak hanya berdampak pada pengangguran saja, melainkan juga kepada pekerja yang mengalami penurunan upah dan jam kerja pada pekerja yang masih beraktifitas.

Baca Juga: Bappenas berharap industri manufaktur di tahun 2021 bisa pulih kembali

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×