kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.893   -7,00   -0,04%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Banyak pengelola ruko Mangga Dua mangkir bayar pajak


Rabu, 11 Januari 2012 / 09:56 WIB
Banyak pengelola ruko Mangga Dua mangkir bayar pajak
Vin Diesel sebagai Dominc Toretto di film Fast and Furious 9.


Reporter: Asnil Bambani Amri, Tribunnews | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Lemahnya pendapatan negara dari sektor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) disebabkan oleh beberapa hal. Salah satu hal yang signifikan yang ditemui oleh Direktorat Jenderal Pajak adalah, banyaknya sektor ritel yang belum membayar pajak.

Dalam hal ini, Fuad Rahmany, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Kementerian Keuangan, memberi contoh, banyak pemilik ruko-ruko di pusat perbelanjaan seperti Mangga Dua mangkir membayar pajak.

"Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM), belum tergali. Toko-toko kecil kayak di Mangga Dua, omzet mereka sampai miliaran, jumlah pajak mereka bisa jutaan," ujar Fuad Rahmany, di kantornya, Selasa (10/2/2012).

Karena banyak yang mangkir itulah, Pajak Pertambaahan Nilai (PPN) tidak memperlihatkan kinerja di tahun 2011. "Masih banyak sektor ekonomi yang tidak menyetor ke PPN. Direktorat Jenderal Pajak belum puas dengan PPN yang ada, dalam hal ini kami akan lebih tegas lagi," ungkap Fuad. (Adiatmaputra Fajar Pratama/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×