kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Bank OCBC dan Bumi Asri damai di luar pengadilan


Senin, 30 Mei 2011 / 19:03 WIB
Bank OCBC dan Bumi Asri damai di luar pengadilan
ILUSTRASI. CEO KB Kookmin Bank Hur Yin memperkenalkan masuknya perusahaan perbankan Korea tersebut sebagai pemegang saham terbesar Bank Bukopin di Jakarta, Selasa (18/08). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Sengketa antara PT Bank OCBC Indonesia sebagai penggugat dan PT Bumi Asri Pasaman sebagai tergugat, akhirnya diselesaikan di luar pengadilan, alias secara kekeluargaan.

Kuasa hukum PT Bumi Asri, David ML Tobing mengatakan sengketa dengan OCBC sudah diselesaikan di luar pengadilan. “Kami sudah damai di luar pengadilan,” ujar David kepada KONTAN, lewat sambungan telepon, Senin (30/5).

Menurut David, perdamaian kedua belah pihak telah diselesaikan melalui tindakan mencabut gugatan masing-masing di pengadilan negeri pusat pada 25 Mei 2011 lalu. David menjelaskan, pencabutan gugatan tersebut dilakukan secara bersama-sama yakni pada hari yang sama dengan mengirimkan surat pencabutan gugatan.

Kuasa Hukum OCBC sebagai, Marisa Iskandar membenarkan bahwa telah ada kesepakatan antara OCBC dan Bumi Asri untuk berdamai. Marisa mengatakan sengketa tersebut telah resmi diselesaikan di luar ruang pengadilan. “Benar sudah damai,” jawabnya singkat.

Sengketa antara kedua perusahaan ini sebelumnya terdapat dalam gugatan yang terdaftar No. 465/PDT.G/2010/PN.JKT. PST, Bank OCBC mengklaim Bumi Asri telah wanprestasi atas Foreign Exchange Facility Letter (Perjanjian FX) tertanggal 24 Juli 2008 dan Specific Advance Facility (Perjanjian SAF), 1 November 2004.

Kisruh sengketa antara dua pihak disebabkan pinjaman yang diberikan bank OCBC senilai 218,254 miliar yen yang jatuh tempo pada 31 Januari 2009 dengan jaminan deposito dari Mr. Moa Graha Gunawan yang nilai totalnya sekitar US$ 3,795 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×