kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Banjir, jalan di Jawa Tengah rusak 130 kilometer


Selasa, 18 Februari 2014 / 15:06 WIB
ILUSTRASI. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Banjir melanda berbagai daerah di Indonesia pada Januari 2014 kemarin. Sejumlah jalan mengalami kerusakan parah terutama di wilayah Jawa Tengah.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak mengatakan, Jawa Tengah mengalami kerusakan jalan yang paling berat. Kerusakannya pun tidak sedikit yaitu mencapai 130 kilometer.

Untuk memperbaiki jalan tersebut, Kementerian PU menutupnya dengan batu pecah di titik-titik tertentu. Sedangkan di titik yang lebih banyak alami kerusakan dibobol sekalian untuk kemudian diberikan lapis aspal.

"Nanti kira-kira bulan Maret kita lakukan (lapis aspal) dengan lebih permanen," ujar Hermanto di Jakarta, Selasa (18/2).

Biaya untuk memperbaiki jalan rusak tersebut tidak sedikit. Menurut Hermato, jalan dengan lebar 7 meter per satu kilometer menghabiskan biaya sekitar Rp 3 miliar-Rp 5 miliar.

Dalam hal ini, PU akan banyak menghabiskan anggaran untuk perbaikan jalan. Bukan hanya  akibat banjir, namun juga sebagai langkah antisipasi menjelang Lebaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×