kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.037   -2,83   -0,05%
  • KOMPAS100 789   0,72   0,09%
  • LQ45 600   0,68   0,11%
  • ISSI 209   -0,58   -0,28%
  • IDX30 339   -0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 422   0,38   0,09%
  • IDX80 90   -0,02   -0,02%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,34%
  • IDXQ30 109   0,03   0,03%

Bambang Widjojanto siap jika ditahan Bareskrim


Selasa, 03 Februari 2015 / 14:22 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah mengalokasikan Rp 422,7 triliun dalam RAPBN untuk sektor infrastruktur. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tim pengacara Bambang Widjojanto meyakini bahwa Wakil Ketua KPK itu tidak akan ditahan oleh penyidik Bareskrim Polri seusai diperiksa sebagai tersangka, Selasa (3/2). Namun, Bambang tetap siap jika dirinya ditahan.

"Siap dong, siap dong, siap lah. Cuma alasan penahanannya apa ya? Itu yang mesti ditanya," kata Bambang di Gedung KPK, Jakarta, sebelum berangkat ke Mabes Polri.

Bambang mengaku tetap memenuhi panggilan Polri untuk menunjukkan ketaatan pada hukum. Ia mengaku ingin menunjukkan kelasnya bahwa penegak hukum harus taat pada hukum.

"Kalau akibat terberat saya harus tinggalkan jasad saya, itu saya akan ambil. Tapi, saya percaya Allah di pihak orang-orang benar," tambah Bambang.

Salah satu pengacara Bambang, Nursyahbadi Katjasungkana, menganggap polisi terlalu bodoh jika menahan Bambang seusai pemeriksaan nanti.

Bambang diperiksa dalam kasus dugaan mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu di sidang sengketa Pemilu Kepala Daerah Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tahun 2010.

"Enggak mungkinlah (ditahan). Terlalu bodoh kalau polisi gitu, kayak sinetron," ujar Nursyahbani melalui pesan singkat, Selasa (3/2).

Nursyahbani menilai, seorang tersangka dapat ditahan jika ada alasan yang kuat untuk menahan disertai alat bukti yang cukup. Ada pula penahanan yang dilakukan setelah operasi tangkap tangan dan alasan keperluan lainnya.

Ia memastikan bahwa kliennya kooperatif untuk tidak melarikan diri dan menghilangkan alat bukti. (Ambaranie Nadia Kemala Movanita )

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×