kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bali Bakal Jadi Pusat Keuangan Internasional


Senin, 04 Mei 2026 / 11:42 WIB
Bali Bakal Jadi Pusat Keuangan Internasional
ILUSTRASI. KEK Kura-Kura di Pulau Serangan Denpasar Bali


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah terus mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor penggerak investasi di sektor strategis. 

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Dewan Nasional KEK Airlangga Hartarto, bersama bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani, serta Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria, dalam rangka meninjau pengembangan KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur, Jumat (1/5/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk memastikan percepatan pembangunan kawasan ekonomi sekaligus mendorong realisasi investasi, khususnya di sektor pariwisata berkualitas dan layanan kesehatan berstandar internasional. 

Selain itu, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk menjajaki kesiapan pengembangan International Financial Center sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Baca Juga: BPS: Inflasi April 2026 Hanya 0,13%

Dalam kunjungannya, Airlangga meninjau langsung kesiapan KEK Kura Kura Bali sebagai salah satu kawasan potensial untuk pengembangan Indonesia Financial Center (IFC) sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. 

Airlangga juga menegaskan bahwa pemerintah tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK Sektor Keuangan di Bali, yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang dapat menarik investor global.

Menyambut kunjungan tersebut, BTID selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Kura Kura Bali memaparkan keunggulan ekosistem Knowledge District sebagai lokasi strategis bagi pengembangan KEK Sektor Keuangan. 

Knowledge District dirancang untuk membangun ekosistem inovasi terintegrasi dengan mengoptimalkan modal pengetahuan, pendidikan, dan sumber daya manusia sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Bali.

Ke depan, pengembangan KEK Kura Kura Bali akan dilanjutkan melalui penyelesaian sejumlah proyek strategis pada tahun 2026. Hingga kuartal I 2026, KEK Kura Kura Bali mencatat realisasi investasi sebesar Rp 1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.

Sementara itu di KEK Sanur, Airlangga beserta rombongan meninjau pengembangan ekosistem health tourism yang semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan kelas dunia. 

Salah satu fasilitas unggulannya adalah Bali International Hospital (BIH) yang telah beroperasi sejak April 2025 dan menyediakan berbagai layanan spesialis. 

Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, Begini Kata Menko Airlangga

Hingga kuartal I-2026, jumlah kunjungan pasien tercatat sebanyak 14.950 orang, terdiri atas 60% Warga Negara Asing (WNA) dan 40% Warga Negara Indonesia (WNI)

Pada kesempatan tersebut, rombongan juga meninjau perkembangan The Solitaire Clinic yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2026 dengan menghadirkan layanan cosmetic surgery, medical aesthetics, body contouring, hair transplant, serta antiaging stem cell therapy.

Secara kumulatif, hingga kuartal I-2026, KEK Sanur mencatat realisasi investasi sebesar Rp 5,37 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.444 orang, serta kunjungan wisatawan sebanyak 279.804 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×