kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Bakal efektif di tahun ini, IA-CEPA bisa dorong ekonomi di tengah pandemi


Minggu, 10 Mei 2020 / 11:50 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dan Australia telah sepakat akan mengimplementasikan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia dan Australia (IA-CEPA) pada tahun ini.

Implementasi perjanjian tersebut dinilai penting untuk segera dilakukan. Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), kerja sama dinilai akan mengerek ekonomi kedua negara.

Baca Juga: BI ingatkan pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa lebih rendah dari 2,3%, ini sebabnya

"Implementasi IA-CEPA tahun ini akan membantu kedua negara mendorong lebih cepat pemulihan hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-Australia saat pandemi Covid-19 ini berakhir," ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo saat dihubungi Kontan.co.id, akhir pekan lalu.

Sebelumnya Indonesia dan Australia telah selesai melakukan ratifikasi peranjian. Saat kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Australia dilakukan pembicaraan lanjutan ratifikasi tersebut bulan Februari lalu.

Setelah ratifikasi, Indonesia menyiapkan notifikasi sebelum mulai implementasi. Diharapkan bulan Juli mendatang perjanjian tersebut bisa diimplementasikan. "Saat ini Indonesia mempersiapkan notifikasi kepada Australia dan 2 bulan setelah notifikasi ini diterima Australia maka IA-CEPA efektif berlaku," terang Iman.

Covid-19 memang diakui tidak hanya berdampak pada kesehatan. Tetapi juga Covid-19 menekan perekonomian negara termasuk industri.

Baca Juga: Ini sektor yang dinilai masih bisa tumbuh di tengah pandemi virus corona

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyampaikan merosotnya ekonomi Indonesia akibat Covid-19. Pada kuartal I tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,97%.

Covid-19 juga menarik Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia merosot. Saat ini PMI Indonesia anjlok di level 27,5.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×