kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Awal tahun, optimisme pelaku usaha diprediksi makin lesu


Kamis, 06 Februari 2020 / 12:48 WIB
ILUSTRASI. Kepala BPS Suhariyanto mengumumkan pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2019, Rabu (5/2), di Kantor Pusat BPS. 


Reporter: Grace Olivia | Editor: Herlina Kartika Dewi

Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan BPP HIPMI Ajib Hamdani sebelumnya mengatakan, permintaan terhadap barang-barang, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. 

“Aktivitas impor akan lebih meningkat ketimbang ekspor,” tuturnya beberapa waktu lalu. 

Di bidang industri pengolahan atau manufaktur, Ketua Bidang Industri Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Johnny Darmawan mengonfirmasi, lemahnya permintaan membuat aktivitas produksi industri manufaktur makin menurun. 

Gempuran sentimen global seperti perang dagang, perlambatan ekonomi global, dan Brexit terus bergulir sejak tahun lalu. 

Baca Juga: Inflasi Merangkak Ganggu Konsumsi Dalam Negeri

Faktor lainnya, lanjut Johnny, ialah permasalahan daya saing manufaktur Indonesia.

“Bisnis riil manufaktur banyak yang menurun menjadi lemah, salah satunya karena barang-barang hasil porduksi tidak bisa diekspor dan tidak bisa bersaing. Selama situasi ini belum diperbaiki, maka akan sulit menciptakan ekspansi,” ungkap Johnny. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×