kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Aviliani: Suku bunga naik bukan masalah bagi pertumbuhan ekonomi


Selasa, 15 Mei 2018 / 14:46 WIB
ILUSTRASI. AVILIANI JENGUK MIRANDA


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diproyeksi akan menaikkan suku bunganya pada rapat dewan gubernur (RDG) terdekat yaitu pada 16 Mei-17 Mei 2018. Sinyal kenaikan suku bunga ini dinyalakan oleh Agus Martowardojo, Gubernur BI.

Ekonom sekaligus Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas Aviliani mengatakan, suku bunga dinaikkan tidak menjadi masalah bagi ekonomi. Oleh karena itu BI setidaknya perlu menaikkan suku bunga sebanyak 50 bps.

Menurut dia, dengan bunga yang rendah saat ini, pertumbuhan ekonomi tidak melesat kencang juga. “Apakah dengan menaikkan 50 bps tidak ada investasi? Menurut saya tidak. Yang jadi masalah itu bukan suku bunga, tapi iklim investasi,” ujar Aviliani, Selasa (15/5).

Ia melanjutkan, kebijakan pemerintah yang sudah ada saat ini dari sisi fiskal untuk mendorong investasi sudah baik. Contohnya, aturan baru tax holiday yang sudah diterbitkan pemerintah beberapa waktu lalu.

“Sebelumnya sudah diberikan banyak, tapi tidak fokus. Jadi akhirnya nanti padat modal yang datang, bukan padat karya. Jadi, perlu ada kebijakan yang lebih fokus, terkait industri apa saja yang diharapkan,” jelasnya.

Adapun dari sisi konsumsi, menurut Aviliani, masalahnya bukanlah suku bunga, melainkan dari sisi pajak. Sebab, masyarakat cenderung tidak mau mengonsumsi tetapi malah masuk di bank meskipun bunganya rendah

“Berarti mereka tidak konsumsi. Dari sisi bank, sektor riil, banyak orang yang masalah pajak itu masih jadi ketakutan mereka, concern mereka,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×