kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.865   7,00   0,04%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

ATR/BPN Optimistis Pendaftaran Sisa 7 Juta Bidang Tanah Rampung Akhir 2024


Kamis, 30 Mei 2024 / 09:47 WIB
ATR/BPN Optimistis Pendaftaran Sisa 7 Juta Bidang Tanah Rampung Akhir 2024
ILUSTRASI. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni (kiri) menjawab pertanyaan wartawan usai menyerahkan sertifikat tanah di Kantor ATR/BPN, Jakarta, Rabu (29/5/2024).  ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) optimistis target pendaftaran sisa bidang tanah sebanyak tujuh juta bidang pada tahun 2024 ini dapat tercapai.

Adapun, target pendaftaran bidang tanah sampai dengan akhir 2024 adalah 120 juta bidang tanah. 

"Jadi sisa bidang tanah yang ditetapkan untuk tahun 2024 ini sebetulnya tujuh juta bidang tanah lagi. Insyaallah bisa kita capai dengan sebaik-baiknya,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/5).

Baca Juga: 2.086 Hektare Masih Bermasalah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?

Saat ini, sebanyak 113 juta bidang sudah terdaftar dan 2,2 juta bidang di antaranya berhasil didaftarkan hanya dalam masa 100 hari kerja Menteri AHY.

Agus mengingatkan bahwa ada perbedaan signifikan dalam pendaftaran tanah antara Indonesia dengan negara lain, khususnya Belanda, terutama tantangan dan kompleksitasnya.

Ia mengapresiasi kerja keras jajaran Kementerian untuk pencapaian sejauh ini.

Baca Juga: Tetapkan 3 KEK Baru, Menteri AHY Tegaskan Tak Ada Masalah Lahan

“Indonesia negara yang besar, dan kita negara kepulauan terbesar di dunia. Jadi kompleksitasnya bukan hanya dari sisi dimensi, size-nya, tapi juga dari bentuk geografisnya. Yang tidak selalu mudah untuk dipetakan, diukur dan untuk didaftarkan,” terang Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×