kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Asumsi makro 2018, tingkat pengangguran 5,1%-5,4%


Jumat, 19 Mei 2017 / 18:10 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah resmi menyampaikan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal untuk Tahun Anggaran 2018 ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah ingin derajat kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan dengan tingkat pengangguran turun di kisaran 5,1% sampai 5,4% pada 2018. Sebagai catatan, di RAPBN 2017, tingkat pengangguran diproyeksikan antara 5,3%-5,6%.

Selain penurunan angka pengangguran, tingkat kemiskinan dipatok turun dengan asumsi penurunan tingkat kemiskinan mencapai 10% pada 2018. "Tingkat kemiskinan diproyeksikan turun menjadi 9,0% sampai 10%,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (19/5).

Ia melanjutkan, ketimpangan ekonomi yang masih menjadi tantangan bagi Indonesia juga ditargetkan turun pada tahun depan. Rasio Gini tahun depan ditargetkan menjadi 0,38%.

“Tingkat kesejahteraan masyarakat juga ditargetkan semakin meningkat, tercermin pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 71,38,” papar Sri Mulyani.

Semua target penurunan tersebut, kata Sri Mulyani, bisa tercapai dengan strategi khusus. Pasalnya, dalam pengelolaan fiskal, masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi.

Pertama, perlu memperkuat ruang fiskal untuk menjaga ketahanan ekonomi dengan menopang belanja produktif dan prioritas. Kedua, memperkuat kualitas belanja untuk menstimulasi perekonomian sekaligus mewujudkan kesejahteraan.

Ketiga, perlu meningkatkan efektivitas bantuan sosial dan subsidi serta transfer ke daerah untuk mengakselerasi pengurangan angka kemiskinan dan kesenjangan. Keempat, tetap menjaga keberlanjutan fiskal dan memperkuat fondasi kebijakan ekonomi.

Untuk itu, pada 2018, pemerintah akan menempuh tiga strategi utama melalui optimalisasi pendapatan negara. “Kami ingin menjaga iklim investasi, efisiensi belanja dan peningkatan belanja produktif untuk mendukung program prioritas, serta mendorong pembiayaan yang efisien, inovatif, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×