kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Asumsi harga ICP meningkat, beban subsidi BBM membengkak


Rabu, 06 Juli 2011 / 19:35 WIB
ILUSTRASI. Harga mobil bekas Mitsubishi Mirage per September sudah murah, kini mulai Rp 70 Juta


Reporter: Petrus Dabu |

JAKARTA. Pemerintah menaikkan asumsi Indonesia Crude Price (ICP) dalam asumsi APBN-P 2011 dari US$ 80 menjadi US$ 95 per barel. Menurut Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto bila perubahan asumsi tersebut tidak disertai kenaikan harga BBM bersubsidi, maka alokasi subsidi akan bertambah.

“Kalau ada perubahan asumsi, tanpa ada kebijakan lain berarti kemungkinan terbesarnya alokasi subsidi akan ditambah. Dan berarti menambah besaran defisit APBN secara keseluruhan,“ ujarnya saat dihubungi KONTAN di Jakarta, Rabu (6/7).

Besaran alokasi subsidi itu tergantung pada tiga komponen, yaitu harga minyak, volume BBM bersubsidi dan kurs rupiah. ”Tiga hal itu yang mempengaruhi besaran subsidinya,” ujarnya.

Agung mengatakan tanpa menaikkan asumsi ICP tanpa perubahan harga BBM bersubsidi akan membebani anggaran negara. “Kalau demikian, yang ditempuh pemerintah saat ini politis, “ujarnya.

Dia berharap pemerintah tidak berutang ke negara lain untuk menambal defisit anggaran APBN 2011.” Kalau menambah utang kan tidak produktif untuk negara ini, hanya membebani generasi yang akan datang,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×