kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Asumsi harga ICP meningkat, beban subsidi BBM membengkak


Rabu, 06 Juli 2011 / 19:35 WIB
ILUSTRASI. Harga mobil bekas Mitsubishi Mirage per September sudah murah, kini mulai Rp 70 Juta


Reporter: Petrus Dabu

JAKARTA. Pemerintah menaikkan asumsi Indonesia Crude Price (ICP) dalam asumsi APBN-P 2011 dari US$ 80 menjadi US$ 95 per barel. Menurut Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto bila perubahan asumsi tersebut tidak disertai kenaikan harga BBM bersubsidi, maka alokasi subsidi akan bertambah.

“Kalau ada perubahan asumsi, tanpa ada kebijakan lain berarti kemungkinan terbesarnya alokasi subsidi akan ditambah. Dan berarti menambah besaran defisit APBN secara keseluruhan,“ ujarnya saat dihubungi KONTAN di Jakarta, Rabu (6/7).

Besaran alokasi subsidi itu tergantung pada tiga komponen, yaitu harga minyak, volume BBM bersubsidi dan kurs rupiah. ”Tiga hal itu yang mempengaruhi besaran subsidinya,” ujarnya.

Agung mengatakan tanpa menaikkan asumsi ICP tanpa perubahan harga BBM bersubsidi akan membebani anggaran negara. “Kalau demikian, yang ditempuh pemerintah saat ini politis, “ujarnya.

Dia berharap pemerintah tidak berutang ke negara lain untuk menambal defisit anggaran APBN 2011.” Kalau menambah utang kan tidak produktif untuk negara ini, hanya membebani generasi yang akan datang,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×