Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
TASIKMALAYA. Jalur lintas selatan Jawa Barat yang meliputi kawasan Rajapolah-Ciawi-Pamoyanan-Kadipaten atau tanjakan Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, padat merayap sejak Sabtu (3/9) pagi.
Dari lokasi tersebut dilaporkan, kepadatan kendaraan tampak dari timur atau Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis menuju barat atau Bandung.
Sesekali kendaraan di jalur Tasikmalaya yang didominasi mobil pribadi terhenti ketika ada kendaraan umum menurunkan atau menaikkan penumpang. Bahkan, tersendatnya laju kendaraan terjadi di sejumlah pertigaan jalan sepanjang jalur Tasikmalaya, seperti di pertigaan jalan Pamoyanan yang cukup banyak keluar-masuk kendaraan.
Selain itu, di kawasan tanjakan Gentong, Kecamatan Kadipaten sesekali terjadi antrean kendaraan karena kondisi badan jalan di kawasan tersebut sempit serta tikungan dan tanjakan yang cukup curam.
Ketika bus melintasi tanjakan Gentong yang menikung menyebabkan kendaraan dari arah berlawanan maupun di belakangnya harus berhenti menunggu bus di depannya melewati tikungan.
Kepadatan kendaraan arus balik lebaran itu sudah terjadi sejak Jumat (2/9) sore hingga tengah malam yang sempat terjadi kemacetan dari Gentong hingga kawasan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.
Kapolsek Kadipaten AKP Syamsudaya memprediksi volume kendaraan akan terus meningkat hingga Sabtu dan Minggu, karena mulai kembalinya para pemudik atau masyarakat yang berwisata pulang menuju barat atau Bandung.
Untuk antisipasi kemacetan panjang di wilayah Tasikmalaya menuju barat, jajaran kepolisian sempat mengalihkan sebagian kendaraan dari Kota Tasikmalaya ke jalur alternatif Singaparna.
Petugas kepolisian melakukan pengamanan di wilayah Kota Tasikmalaya, Kamis malam, dengan mengalihkan kendaraan dari arah Ciamis melewati jalur alternatif Singaparna.
Jalur alternatif Singaparna itu melintasi kawasan Salawu-Garut kota hingga Kadungora menuju Nagreg Bandung dengan situasi jalan minim penerangan serta banyak tikungan, tebing dan jurang. (Heru Margianto/Kompas)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












