kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Apindo: Komitmen G2G biasanya lebih kuat


Rabu, 01 Maret 2017 / 22:08 WIB
Apindo: Komitmen G2G biasanya lebih kuat


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kalangan pengusaha mengapresiasi kedatangan rombongan kerajaan Arab Saudi yang dipimpin Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud pada 1 Maret 2017 hingga 9 Maret 2017. Apalagi, salah satu tujuan kedatangan Raja Arab untuk berinvestasi senilai US$ 25 miliar.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, jika dilihat dari kunjungan bilateral kali ini, investasi Arab Saudi dan Indonesia berupa G2G (government to government), bukan seperti biasanya yang hanya B2B (business to business). Dengan landasan itu, dia menyebut, seharusnya komitmennya lebih kuat.

"Kalau G2G seperti ini harusnya realisasinya bisa lebih dipastikan," kata Hariyadi, Rabu (1/3).

Namun, jika berkaca pada data BKPM, jika dihitung pada periode 2010-2015, nilai investasi Arab Saudi tercatat hanya mencapai US$ 34 juta atau 0,02% dari total investasi yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu tersebut.

Dengan asumsi ada kemungkinan mangkraknya realisasi investasi Arab Saudi, pemerintah harus punya skenario lain. "Jika memang dalam perjalanan ada sinyal investasi tidak terus jalan, pemerintah harus punya skenario lain. Mungkin pemerintah bisa cari investasi dari negara lain," cetus Hariyadi.

Hariyadi bilang, jika dalam waktu yang ditentukan timbul alasan pembatalan kesepakatan, sebaiknya pemerintah tidak memaksakan untuk lanjut. "Kita juga tidak bisa memaksa, jika sampai time frame perjanjian tidak jalan dengan alasan ingin dibatalkan, ya batalkan saja," kata Hariyadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×