kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Apindo keberatan kenaikan iuran BPJS Kesehatan


Senin, 22 Juni 2015 / 20:37 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: A.Herry Prasetyo

JAKARTA. Kalangan pengusaha merasa keberatan dengan rencana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menaikan iuran.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, mengatakan, BPJS Kesehatan sebaiknya sebaiknya menghitung ulang rencana tersebut. Pasalnya, kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan memperbesar beban para pengusaha. Apalagi, skema korrdinasi manfaat alias coordination of benefit (COB) masih dalam pembahasan. "Padahal dengan skema COB, kelebihan beban bisa dialihkan ke perusahaan asuransi," kata Hariyadi, Senin (22/6).

Sementara, opsi untuk mengotak-atik manfaat seperti layanan kamar yang diterima peserta untuk menekan biaya juga berpotensi berakibat buruk. Sebab, penurunan standar fasilitas dan layanan bisa menimbulkan kekecewaaan di kalangan karyawan.

Meski begitu, Hariyadi mengakui manfaat yang ditawarkan BPJS Kesehatan memang tergolong besar. Sebab, BPJS Kesehatan menanggung pengobatan penyakit berat. "Namun, kurang tepat bila solusinya menaikan iuran," ungkap Hariyadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×