kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

APBN Surplus, Ekonom: Stimulus Pendorong Pertumbuhan Ekonomi


Selasa, 27 Juni 2023 / 20:47 WIB
APBN Surplus, Ekonom: Stimulus Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersama Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata (kiri) memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komite IV DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2023).


Reporter: Maria Gelvina Maysha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekonom Senior Institute for Development of Economics Finance (Indef) Rizal Taufikurahman mengatakan semestinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang surplus dapat menjadi stimulus untuk memutar belanja negara sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Karena pada dasarnya fiskal sebagai stimulan bagi tumbuhnya perekonomian nasional. Hanya saja belanja ini bergantung pada alokasi yang sesuai kebutuhan yang bisa dorong pertumbuhan,” ujar Rizal kepada Kontan, Selasa (27/6).

Ia menyebut belanja negara ini akan memberikan direct impact yang harusnya bisa mempengaruhi konsumsi, investasi, serta perdagangan luar negeri.

Baca Juga: Realisasi Pembiayaan Pemerintah hingga Mei 2023 Capai Rp 150,4 Triliun

“Tentu saja ketiga variabel ini yang paling besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga,” timpalnya.

Sebelumnya, kinerja APBN hingga Mei 2023 mencetak surplus sebesar Rp 204,3 triliun dan memberikan kontribusi 0,97% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×