kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

APBN Surplus, Ekonom: Stimulus Pendorong Pertumbuhan Ekonomi


Selasa, 27 Juni 2023 / 20:47 WIB
APBN Surplus, Ekonom: Stimulus Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersama Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata (kiri) memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komite IV DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2023).


Reporter: Maria Gelvina Maysha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekonom Senior Institute for Development of Economics Finance (Indef) Rizal Taufikurahman mengatakan semestinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang surplus dapat menjadi stimulus untuk memutar belanja negara sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Karena pada dasarnya fiskal sebagai stimulan bagi tumbuhnya perekonomian nasional. Hanya saja belanja ini bergantung pada alokasi yang sesuai kebutuhan yang bisa dorong pertumbuhan,” ujar Rizal kepada Kontan, Selasa (27/6).

Ia menyebut belanja negara ini akan memberikan direct impact yang harusnya bisa mempengaruhi konsumsi, investasi, serta perdagangan luar negeri.

Baca Juga: Realisasi Pembiayaan Pemerintah hingga Mei 2023 Capai Rp 150,4 Triliun

“Tentu saja ketiga variabel ini yang paling besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga,” timpalnya.

Sebelumnya, kinerja APBN hingga Mei 2023 mencetak surplus sebesar Rp 204,3 triliun dan memberikan kontribusi 0,97% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×